Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Juni 2025 | 22.30 WIB

4 Tren Kesehatan yang Diam-Diam Merusak Otak Anda: Hati-Hati dengan Makanan, Suplemen, dan Aroma

Ilustrasi tren kesehatan merusak otak (freepik)

JawaPos.com - Dalam era kesadaran kesehatan yang semakin tinggi, banyak orang mulai mengadopsi berbagai tren yang dianggap menyehatkan. 

Mulai dari makanan yang diklaim superfood, suplemen penambah daya ingat, hingga penggunaan aroma terapi untuk relaksasi, semua tampak menjanjikan manfaat besar bagi tubuh dan pikiran Anda. 

Namun, di balik popularitasnya, beberapa tren ini ternyata menyimpan risiko tersembunyi yang justru bisa merusak otak Anda secara perlahan.

JawaPos.com akan mengulas empat kebiasaan populer yang sering dianggap menyehatkan namun ternyata dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan otak yang dihimpun dari Psychology Today pada Minggu (15/06). 

Mulai dari kandungan gula tersembunyi dalam makanan sehat, suplemen yang tidak diawasi ketat, hingga paparan zat berbahaya dari dupa dan lilin wangi. 

Anda perlu mengetahui fakta ilmiahnya agar tidak terjebak dalam kebiasaan yang tampak sehat, namun justru melemahkan fungsi kognitif Anda.

1. Makanan Sehat dengan Kandungan Gula Tersembunyi

Tidak semua yang tampak sehat benar-benar baik untuk tubuh, terutama jika Anda tidak membaca label dengan saksama. 

Banyak produk seperti granola, yogurt rasa, dan minuman detoks sebenarnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. 

Kandungan gula ini dapat meningkatkan risiko peradangan dan gangguan memori, serta mempercepat penurunan fungsi otak.

Penelitian dari Biobank Inggris terhadap lebih dari 200.000 orang menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko demensia. 

Gula yang berlebihan memicu stres oksidatif dan resistensi insulin di otak, kondisi yang dapat menghambat daya ingat serta kemampuan belajar. 

Ini membuktikan bahwa efek negatifnya tidak hanya terbatas pada berat badan, tetapi juga menyerang sistem saraf pusat Anda.

Untuk mencegahnya, biasakan memeriksa kandungan gula dalam label makanan, bahkan pada produk yang dipromosikan sebagai “sehat”. 

Gantilah makanan ringan manis dengan alternatif yang lebih alami seperti buah segar. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore