
Ilustrasi MPASI. (freepik)
JawaPos.com – Lemak kerap dianggap sebagai asupan yang harus dihindari karena dikaitkan dengan obesitas dan penyakit jantung. Namun, dokter spesialis anak mengingatkan bahwa anggapan tersebut tidak berlaku bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun yang sedang menjalani masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A., menegaskan bahwa lemak justru menjadi komponen penting dalam menu MPASI karena berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
“Bagi orang dewasa, gula, garam, lemak (GGL) harus dibatasi. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak di bawah dua tahun, terutama sekali lemak. Lemak itu penting sekali untuk anak. Lemak wajib ada di tiap menu MPASI anak,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/6).
Menurut dr. Ian, lemak termasuk salah satu dari tiga makronutrisi utama selain karbohidrat dan protein yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh anak. Ia menjelaskan, kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun mencapai sekitar 39 persen dari total kebutuhan kalori harian, sementara anak di atas dua tahun membutuhkan sekitar 34 persen.
Ia memaparkan bahwa berdasarkan sumbernya, lemak terbagi menjadi lemak hewani dan nabati. Sementara berdasarkan sifatnya, ada lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat). Lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6 diketahui penting untuk mendukung perkembangan otak serta kesehatan saluran cerna anak.
“Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal,” jelasnya.
Bukan hanya lemak tak jenuh, dr. Ian juga menilai lemak jenuh memiliki fungsi penting bagi anak, terutama sebagai sumber kalori untuk membantu penambahan berat badan. Hal ini berbeda dengan orang dewasa yang dianjurkan membatasi konsumsi lemak jenuh.
“Untuk orang dewasa memang perlu dihindari. Tapi bagi anak, lemak jenuh justru sangat penting untuk menyumbang kalori utama. Bila anak kurang nutrisi, berat badannya kurang, berikanlah lemak jenuh,” katanya.
Ia menjelaskan, satu gram lemak mengandung sekitar 9 kilokalori, lebih tinggi dibanding karbohidrat dan protein yang masing-masing hanya mengandung 4 kilokalori. Karena itu, lemak menjadi salah satu sumber energi penting dalam MPASI.
Sumber lemak jenuh dapat diperoleh dari berbagai bahan makanan seperti susu, butter, keju, daging, ayam, hingga santan. Cara pemberiannya pun beragam, mulai dari dimasak langsung sebagai menu MPASI hingga dijadikan topping pada bubur atau nasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
