
Pekerja memotong daging kurban sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Bayur, Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/6/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Daging kurban di hari raya Idul Adha kerap diolah menjadi sate atau gulai. Di balik kelezatannya itu perlu diperhatikan hal-hal yang bisa berdampak buruh pada tubuh, seperti sembelit.
Kondisi itu ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB). Gejala umumnya perut terasa penuh, lebih sering kentut, frekuensi BAB menurun, feses keras dan kering, perlu mengejan, bahkan muncul darah saat BAB.
"Merasa tidak puas setelah BAB, merasa ada yang mengganjal, dan membutuhkan waktu yang lebih lama saat berada di WC," terang Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, Ira Purnamasari, Sabtu (7/6).
Lebih lanjut Ira mengatakan, daging merah mengandung tinggi lemak, serat protein dan zat besi yang tinggi. Hal ini menyebabkan sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan.
"Serat protein dan zat besi dalam daging juga mengakibatkan feses menjadi lebih keras dan menggumpal, sehingga usus harus bekerja lebih ekstra ketika BAB," imbuhnya.
Tetapi tidak perlu khawatir, mengalami sembelit setelah makan daging berlebih dapat diatasi dengan cara sederhana, seperti rutin konsumsi air putih, konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi probiotik.
Berikut tiga cara sederhana atasi sembelit setelah makan daging berlebih:
1. Konsumsi air putih
Cara pertama mengatasi sembelit adalah dengan memenuhi asupan cairan minimal 2 liter setiap bulan, sehingga kesehatan sistem pencernaan terjaga.
2. Konsumsi buah dan sayur
Mengonsumsi buah dan sayur yang cukup juga dapat mengatasi sembelit setelah makan daging berlebih. Sebab, buah dan sayur mengandung serat yang dapat melunakkan feses.
“Salah satunya buah pepaya yang tidak diragukan fungsinya dalam melancarkan BAB. Sayuran hijau juga mengandung tinggi serat yang baik dikonsumsi untuk melancarkan BAB,” ucap Ira.
3. Konsumsi probiotik
Probiotik dapat memperbaiki proses pencernaan dan frekuensi BAB menjadi lebih teratur. Makanan yang mengandung probiotik adalah tempe dan yogurt.
"Tempe merupakan makanan fermentasi yang terbuat dari kacang kedelai, mengandung probiotik atau bakteri baik yang tentunya baik untuk sistem pencernaan," tukas Ira. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
