ilustrasi perempuan yang nyeri haid. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap bulan, jutaan perempuan di dunia harus menghadapi yang namanya PMS alias Premenstrual Syndrome. Sayangnya, masih banyak pria yang menganggap PMS itu cuma soal “cewek lagi drama” atau “lagi sensian aja.” Padahal, PMS bukan isapan jempol. Ia nyata, kompleks, dan bisa sangat mengganggu aktivitas dan emosi perempuan.
Kalau kamu seorang pria—pacar, suami, kakak, adik, atau bahkan rekan kerja perempuan—sudah saatnya kamu lebih peka dan paham. Ini bukan soal ikut-ikutan tren “he for she”, tapi soal jadi manusia yang punya empati.
Berikut 5 alasan kuat kenapa PMS bukan drama, dan kenapa pria perlu banget paham soal ini:
1. PMS Bukan Cerita Karangan, Tapi Fakta Medis
PMS diakui secara medis oleh organisasi kesehatan dunia dan muncul dalam jurnal-jurnal psikologi terkemuka. Gejalanya nyata: mulai dari nyeri perut, payudara sensitif, perubahan mood, sulit tidur, hingga rasa cemas berlebihan. Studi dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa lebih dari 75% perempuan usia reproduktif mengalami gejala PMS. Jadi, bukan lebay. Bukan baperan. Ini real.
Kalau pria terus menganggap PMS itu cuma “alasan buat marah-marah,” artinya kamu belum baca cukup banyak.
2. Mengabaikan PMS = Meremehkan Kondisi Pasangan
Bayangkan kamu sedang sakit kepala parah, tapi orang di sekitarmu malah bilang, “Kamu cuma cari perhatian.”
Begitulah rasanya bagi banyak perempuan saat PMS mereka dianggap remeh.
PMS bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari—bekerja, belajar, bersosialisasi—semuanya bisa terganggu. Dan ketika pasangan tidak memahami ini, yang muncul adalah konflik dan jarak emosional. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan dari pasangan bisa menurunkan stres dan meningkatkan kualitas hubungan selama fase PMS.
3. Stigma “Cewek Lagi Drama” Itu Usang dan Merugikan
Label “drama” adalah salah satu stigma paling menyakitkan bagi perempuan yang sedang berjuang menyeimbangkan hormon dan emosi. Padahal, perubahan mood saat PMS adalah reaksi biologis dari fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.
Menuduh perempuan “cuma drama” atau "cari gara-gara" saat PMS bukan cuma nggak empatik, tapi juga memperkuat stereotip lama yang seksis. Cowok keren dan cerdas seharusnya nggak lagi pakai label murahan kayak gitu.
4. Kamu Bisa Jadi Support System yang Mereka Butuhkan

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
