Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 00.15 WIB

Apa itu Degenerasi Saraf? Yuk, Kenalan dengan Penyakit yang Menggerogoti Otak

Ilustrasi seseorang yang mengalami alzheimer, yang merupakan bagian dari demensia. (Amis-childrenhome) - Image

Ilustrasi seseorang yang mengalami alzheimer, yang merupakan bagian dari demensia. (Amis-childrenhome)

JawaPos.com - Kalau kamu pernah dengar istilah "neurodegenerasi," sebenarnya itu adalah gabungan dari dua kata: “neuro” yang berarti saraf, dan “degenerasi” yang artinya kerusakan. Jadi, secara sederhana, neurodegenerasi itu adalah proses kerusakan bertahap pada sel-sel saraf di otak alias degenerasi saraf.

Yang bikin ngeri, kerusakan ini bukan sekadar bikin pusing, tapi bisa bikin kemampuan berpikir dan ingatan kita makin lama makin menurun.

Kondisi ini seringkali jadi biang kerok di balik penyakit-penyakit otak serius, seperti Alzheimer, Parkinson, dan Huntington. Meski ada ratusan jenis gangguan saraf yang masuk kategori ini, perhatian publik dan ilmuwan masih dominan tertuju pada tiga besar tadi.

Penyakit lain yang kurang dikenal sayangnya sering luput dari sorotan, padahal dampaknya juga nggak kalah serius. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan gangguan degenerasi saraf, dikutip dari News Medical, Rabu (16/4).

Apa yang Terjadi di Otak saat Degenerasi Saraf Terjadi?

Meski Alzheimer, Parkinson, dan Huntington punya gejala yang berbeda-beda, di balik layar, mereka punya satu kesamaan: semuanya bikin otak rusak secara perlahan. Proses di tingkat selnya mirip—sel-sel saraf mati secara perlahan, dan itu bikin otak kesulitan menjalankan fungsinya.

Contohnya nih, penyakit Parkinson menyerang bagian otak bernama ganglia basal dan mengacaukan produksi dopamin, zat kimia penting buat mengontrol gerakan. Akibatnya, penderitanya sering mengalami gemetar, otot kaku, dan gerakan jadi lambat.

Alzheimer beda lagi. Di otak penderita Alzheimer, muncul gumpalan protein yang mengganggu kerja otak, terutama di bagian yang ngatur ingatan.

Kalau Huntington, itu adalah penyakit turunan yang menyerang saraf dan bikin kemampuan motorik makin memburuk hingga akhirnya bisa berujung kematian.

Apa Penyebab Utama Degenerasi Saraf?

Meski beberapa kasus memang disebabkan oleh faktor genetik, jumlahnya kecil banget—kurang dari 5 persen. Sisanya kemungkinan besar terjadi karena penumpukan zat beracun di otak atau gangguan pada mitokondria, si pembangkit energi sel yang rusak dan malah menghasilkan zat beracun buat otak.

Kondisi ini kemudian memicu proses "bunuh diri" sel secara alami alias apoptosis. Meskipun kedengarannya tragis, ini sebenarnya cara tubuh buat melindungi sel saraf lain agar nggak ikut rusak.

Sayangnya, kalau ini terjadi terus-menerus, jumlah sel saraf yang hilang makin banyak dan fungsi otak pun terus menurun.

Bisa Disembuhkan Nggak, Sih?

Sampai sekarang, dunia medis belum punya obat yang benar-benar bisa menyembuhkan neurodegenerasi alias degenerasi saraf.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore