Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Maret 2025 | 23.13 WIB

Mikroplastik dalam Tubuh Bisa Ganggu Reproduksi, Konsumsi Ini untuk Mengurangi Efeknya

Ilustrasi mikroplastik. (Freepik) - Image

Ilustrasi mikroplastik. (Freepik)

JawaPos.com – Mikroplastik telah menyusup ke berbagai aspek kehidupan, termasuk tubuh manusia. Penelitian menunjukkan bahwa partikel ini dapat berdampak pada keseimbangan hormon dan kesehatan reproduksi.

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari berbagai produk, termasuk kemasan makanan, tekstil, dan kosmetik.

Mengetahui dampak mikroplastik terhadap tubuh penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan dan gangguan hormon.

Berikut penjelasan tentang bagaimana mikroplastik dalam tubuh dapat mengganggu reproduksi serta makanan yang dapat membantu mengurangi dampaknya, sebagaimana dilansir dari laman Greenmemag oleh JawaPos.com, Rabu (19/3)

1. Mikroplastik di dalam Tubuh

Penelitian telah menemukan mikroplastik dalam darah, ASI, plasenta, dan testis. Partikel ini masuk melalui makanan, air, serta udara yang terhirup, sehingga sulit untuk menghindarinya sepenuhnya.

Sebagian besar mikroplastik berasal dari pencemaran lingkungan dan proses produksi industri. Paparan mikroplastik dalam tubuh dapat terakumulasi seiring waktu tanpa disadari.

Studi menunjukkan bahwa mikroplastik mampu melewati berbagai penghalang biologis dalam tubuh. Keberadaannya yang luas menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan manusia di masa depan.

2. Dampak Terhadap Kesehatan Reproduksi

Mikroplastik dapat mengganggu sistem endokrin yang berperan dalam keseimbangan hormon. Studi menemukan bahwa partikel ini menurunkan kadar testosteron dan estrogen, berpengaruh pada kualitas sperma, serta merusak jaringan ovarium.

Gangguan hormon akibat mikroplastik dapat menyebabkan penurunan kesuburan pada pria dan wanita. Perubahan kadar hormon dapat berdampak pada siklus menstruasi dan ovulasi.

Beberapa penelitian juga menunjukkan peningkatan risiko penyakit reproduksi akibat paparan jangka panjang. Efek negatif mikroplastik ini masih terus diteliti untuk memahami dampak lebih luasnya.

3. Mekanisme Gangguan Mikroplastik

Efek negatif mikroplastik berkaitan dengan stres oksidatif dan peradangan. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, mengurangi produksi sperma, serta meningkatkan risiko gangguan ovulasi.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore