Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 22.46 WIB

Gejala Menopause dan Risiko Demensia: Studi Menunjukkan Hubungan Keduanya dengan Penurunan Fungsi Kognitif

Ilustrasi mengalami gejala menopause dan demensia. (Freepik) - Image

Ilustrasi mengalami gejala menopause dan demensia. (Freepik)

JawaPos.com – Sebagian besar wanita mengalami gejala menopause dalam berbagai tingkat keparahan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak gejala yang dialami, semakin besar kemungkinan mengalami penurunan kognitif di kemudian hari.

Demensia merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif, seperti daya ingat, pemahaman, serta kemampuan berpikir dan berbicara. Penyakit ini sering berkembang secara progresif dan mempengaruhi kualitas hidup individu yang mengalaminya.

Menopause membawa perubahan hormon yang berdampak pada berbagai aspek kesehatan, termasuk fungsi otak. Pemahaman lebih lanjut mengenai kaitannya dengan risiko demensia dapat membantu langkah pencegahan sejak dini.

Berikut gejala menopause dan risiko demensia tentang studi menunjukkan hubungan keduanya dengan penurunan fungsi kognitif dilansir dari laman Foxnews oleh JawaPos.com, Sabtu (15/3):

1. Gejala Menopause Mempengaruhi Otak

Gejala menopause meliputi gangguan tidur, sensasi panas, serta perubahan suasana hati. Penelitian menemukan bahwa semakin banyak gejala yang muncul, semakin tinggi risiko penurunan kognitif.

Wanita dengan lebih banyak gejala memiliki skor lebih buruk dalam tes fungsi otak. Kondisi ini menunjukkan hubungan erat antara menopause dan kesehatan kognitif.

Gangguan tidur akibat menopause dapat memicu peradangan yang berkontribusi pada gangguan saraf. Memahami gejala menopause sangat penting untuk menjaga fungsi otak tetap optimal.

2. Hormon Estrogen dan Perlindungan Otak

Estrogen berperan dalam menjaga kesehatan otak dengan melindungi sel saraf dari kerusakan. Selama menopause, kadar hormon ini menurun secara drastis, yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif.

Kurangnya estrogen dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa otak wanita lebih rentan terhadap perubahan struktural akibat menopause.

Tanpa perlindungan estrogen, terjadi penurunan kemampuan otak dalam membentuk koneksi saraf baru. Pemantauan kadar estrogen dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kognitif.

3. Gangguan Perilaku Sebagai Tanda Awal

Wanita yang mengalami lebih banyak gejala menopause juga melaporkan perubahan perilaku yang lebih besar. Perubahan ini meliputi gangguan suasana hati, kecemasan, dan kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore