Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 21.03 WIB

Perjalanan Udara dengan Aman di Tengah Wabah Campak dengan 7 Langkah Pencegahan Ini

Ilustrasi perjalanan udara. (Freepik) - Image

Ilustrasi perjalanan udara. (Freepik)

JawaPos.com – Campak semakin menyebar di berbagai wilayah, sehingga perjalanan udara perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Ruang terbatas dalam pesawat dapat meningkatkan risiko penularan, terutama bagi yang belum menerima vaksin.

Campak merupakan infeksi virus yang sangat menular dan menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet dari batuk atau bersin penderita.

Perjalanan udara melibatkan interaksi dengan banyak orang dalam ruangan tertutup. Mengenali resiko penularan membantu dalam mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Berikut perjalanan udara dengan aman di tengah wabah campak dengan 7 langkah pencegahan ini dilansir dari laman Foxnews oleh JawaPos.com, Sabtu (15/3):

1. Pastikan Imunisasi Lengkap

Vaksin measles, mumps, rubella terbukti sangat efektif dalam melindungi dari campak. Individu yang tidak yakin telah menerima vaksin dapat melakukan pemeriksaan antibodi melalui tes darah.

Jika kadar antibodi rendah, vaksinasi ulang dapat memberikan perlindungan tambahan. Vaksin diberikan dalam dua dosis untuk memberikan imunitas yang optimal.

Perlindungan vaksin bertahan seumur hidup pada sebagian besar orang. Bagi yang belum divaksin, segera mendapatkan vaksinasi menjadi langkah terbaik.

2. Gunakan Masker saat Bepergian

Masker dapat mengurangi paparan droplet yang membawa virus campak. Penggunaan masker sangat disarankan di tempat ramai seperti bandara dan pesawat.

Masker medis atau respirator dengan filtrasi tinggi lebih efektif dalam menyaring partikel kecil. Mengganti masker secara berkala membantu menjaga efektivitas perlindungan.

Menghindari melepas masker di ruang tertutup dapat mengurangi risiko paparan. Masker juga melindungi dari infeksi pernapasan lainnya selama perjalanan.

3. Jaga Kebersihan Tangan dan Permukaan

Mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik dapat mengurangi risiko infeksi. Jika tidak tersedia air dan sabun, hand sanitizer berbasis alkohol bisa menjadi alternatif.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore