
Ilustrasi
JawaPos.com – Masyarakat lansia harus tetap dapat berdaya dan mandiri. Mereka harus tetap berdaya guna, sehat jasmani dan rohani dengan mendapatkan kasih sayang yang cukup. Mereka juga harus mempunyai keterampilan di masa tua agar tidak merasa jenuh.
Kualitas hidup lansia itu diwujudkan melalui Kota Ramah Lansia. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Depok menggagas puskesmas ramah lansia serta peningkatan pos binaan terpandu (posbindu) ramah lansia. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Lies Karmawati menjelaskan saat ini puskesmas ramah lansia terus ditingkatkan dengan melengkapi sarana dan prasarana.
“Kami koordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK). Sekarang ini kan puskesmas ramah lansianya belum maksimal. Belum semua puskesmas ramah lansia, karena sarana dan prasarana kan. Sejauh ini kami implementasikan pelayanan posbindu ramah lansia. Fasilitasi pemeriksaan layanan lansia saat ini seperti itu,” kata Lies.
Lies menyebutkan secara teknis puskesmas ramah lansia memberikan pelayanan antrean untuk lansia agar dipisahkan, terdapat fasilitas untuk menggunakan kursi roda, dan memisahkan kamar mandi khusus lansia. Kamar mandi khusus lansia memiliki pegangan di sepanjang dindingnya sehingga lansia jika tak mampu berjalan dengan sempurna dapat terbantu.
“Pelayanan seperti itu akan terus kami tingkatkan, kami akan lakukan di seluruh puskesmas. Misalnya lansia tidak perlu mengantre saat mendaftar atau mengambil obat. Lalu ketersediaan kursi roda hingga pendamping,” ungkap Lies.
Bukan hanya melengkapi pelayanan di fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Depok juga tengah menggagas program kunjungan ke rumah-rumah lansia. Kunjungan dilakukan secara door to door untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap lansia. Petugas medis juga berupaya memonitor kesehatan lansia yang seringkali mengalami penyakit tidak menular atau degeneratif.
“Kita akan tingkatkan kunjungan rumah yang ada lansianya, door to door. Saat ini kita belum bisa laksanakan, karena itu akan menghitung jumlah perawat, dokter, yang memang bisa diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan pelayanan seperti itu,” jelasnya.
Lies menjelaskan definisi kota ramah lansia bahwa lansia di Depok ini bisa mengakses ke semua hal, baik transportasi, pemeriksaan kesehatan, berbelanja, atau perbankan, atau kegiatan sosial lainnya. Lies mencontohkan lansia tidak perlu repot untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas saat mendaftar. Misalnya dengan mendaftar secara online atau SMS Gateway.
“Semua terkoordinasi berikan pelayanan seperti itu. Puskesmas, kan sekarang sedang kita kembangkan smart healthy city. Pendaftaran bisa online. Di RSUD saat ini sudah ada pendaftaran SMS gateway, puskesmas sedang kita kembangkan seperti itu, lansia bisa daftar dari rumah,” jelasnya. (cr1/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
