Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2025 | 20.43 WIB

Khasiat Bersiwak untuk Kesehatan Mulut yang Tak Tertandingi, Gigi Sehat ala Nabi, Lebih Baik dari Obat Kumur

ilustrasi pria tengah membersihkan gigi dengan kayu siwak - Image

ilustrasi pria tengah membersihkan gigi dengan kayu siwak

JawaPos.com - Gigi sehat ala Nabi Muhammad Saw bisa dicapai dengan cara yang sederhana dan alami. Yakni, melalui bersiwak atau memakai siwak. Khasiat bersiwak untuk kesehatan mulut sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan terbukti lebih baik daripada menggunakan obat kumur.

Kurniawati, D. (2017) dalam penilitian yang dilansir laman Yankes Kemenkes membahas tentang menjaga higienitas mulut pasien ICU total care. Dalam penelitian itu disebutkan, perbandingan antara Chlorhexidine dan ekstrak Persica (siwak) sebagai cairan pembersih mulut atau obat kumur dengan perbedaan yang signifikan.

Cairan Chlorhexidine memang terbukti efektif dalam membunuh bakteri, mikroba, jamur, dan virus. Namun, penggunaannya bisa menimbulkan efek samping seperti perubahan warna gigi, iritasi pada mukosa, dan bahkan lecet.

Sementara itu, ekstrak siwak yang berasal dari tanaman herbal tidak menunjukan efek samping yang berbahaya bahkan tidak menyebabkan luka sama sekali. Penelitian akhir menunjukkan bahwa kedua cairan ini efektif dalam mencegah VAP (ventilator-associated pneumonia). Namun, ekstrak siwak memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Chlorhexidine.

1. Keutamaan Siwak dalam Islam dan Kesehatan Mulut

Bersiwak bukanlah hal baru dalam kehidupan umat Muslim. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, bersiwak telah menjadi bagian penting dari rutinitas menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sebuah kebiasaan yang bahkan dijadikan prioritas Nabi ketika memulai aktivitasnya di malam hari. Mengutip penjelasan dari artikel NU Online, kebiasaan bersiwak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setelah bangun tidur di malam hari, sebelum melakukan ibadah lainnya.

Mengapa Nabi bersiwak di malam hari? Ternyata, waktu malam hingga menjelang subuh merupakan bagian dari siklus biologis tubuh manusia yang berhubungan erat dengan pembuangan sampah-sampah sisa metabolisme. Inilah mengapa menjaga kebersihan mulut, terutama saat bangun tidur, sangat penting. Saat itu, tubuh kita mengeluarkan berbagai racun melalui mulut, kulit, dan napas.

Nabi Muhammad SAW memilih siwak yang terbuat dari akar pohon arak (Salvadora persica) sebagai pembersih giginya, karena siwak dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mulut.

Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Sahabat Hudhaifah RA menyatakan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِوَاكِ
Artinya: "Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika terbangun di malam hari, Beliau terus menggosok mulutnya dengan kayu siwak." (HR Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bersiwak setelah bangun tidur, bahkan sebelum melakukan hal lainnya.

Dalam riwayat lain dari Sahabat Ibnu ‘Umar, disebutkan:
كَانَ لَا يَنَامُ إِلَّا وَالسِّوَاكُ عِنْدَ رَأْسِهِ. فَإِذَا اسْتَيْقَظَ بَدَأَ باِلسِّوَاكِ
Artinya: "Beliau (Nabi Muhammad) tidaklah tidur kecuali siwak ada di sisi kepala Beliau. Ketika bangun, Beliau bersiwak terlebih dahulu." (HR Muslim)

Dari hadis-hadis tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad sangat memerhatikan kebersihan mulut dan gigi. Beliau tidak hanya melakukannya setelah bangun tidur, tetapi juga sebelum melaksanakan ibadah, seperti shalat malam. Siwak, bagi Nabi Muhammad SAW, adalah bagian dari rutinitas harian yang tak terpisahkan.

2. Siwak: Sunnah yang Tak Pernah Ditinggalkan Nabi

Selain sebagai amalan harian, siwak juga merupakan sunnah Nabi yang sangat ditekankan. Masih mengutip dari NU Online, Rasulullah sangat memperhatikan pentingnya bersiwak, bahkan hingga menjelang wafatnya. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, Aisyah RA menceritakan:

"Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata: “Abdurrahman bin Abu Bakar masuk dan bersamanya kayu siwak yang digunakan untuk menggosok gigi, kemudian Rasulullah melihat ke arah kayu siwak milik Abdurrahman, lalu aku (Aisyah) berkata kepada Abdurrahman: ‘Berikan padaku siwakmu wahai Abdul Rahman.’ Jadi dia memberikannya kepadaku dan aku menggigitnya dengan ujung gigiku. Kemudian aku memberikannya kepada Rasulullah, dan beliau menggosok giginya dengan itu sambil bersandar di dadaku.”

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore