Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Januari 2025 | 01.05 WIB

Olahraga Mengeluarkan Banyak Keringat Tanda Pembakaran Lemak Maksimal? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Ilustrasi kebiasaan olahraga yang bikin panjang umur. (Freepik) - Image

Ilustrasi kebiasaan olahraga yang bikin panjang umur. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang beranggapan bahwa olahraga yang menghasilkan banyak keringat menandakan pembakaran lemak yang optimal. Tentu, saat berolahraga dan tubuh mengeluarkan keringat. Itu bisa memberi rasa puas karena merasa tubuh sedang bekerja keras.

Namun, benarkah keringat berlimpah itu berarti lemak sedang terbakar dengan maksimal? Publik figur Dokter Tirta menjelaskan mitos dan fakta seputar hubungan antara keringat dan pembakaran lemak.

Keringat Bukan Indikator Utama Pembakaran Lemak

Banyak orang yang beranggapan bahwa banyaknya keringat yang keluar saat berolahraga menandakan pembakaran lemak yang maksimal. Dalam kanal YouTube Tirta PengPengPeng Dokter Tirta menjelaskan, keringat bukanlah indikator utama pembakaran lemak, melainkan suatu mekanisme tubuh untuk mengatur suhu tubuh.

"Keringat menandakan suhu inti tubuh kita sedang tinggi. Makanya, tubuh mendefensinya dengan mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu tubuh," jelas Dokter Tirta.

Menurut dia, proses keringat yang dialami selama aktivitas fisik bukanlah indikator langsung dari pembakaran lemak, melainkan bagian dari respons alami tubuh untuk mendinginkan diri.

"Proses ini terjadi sebagai bagian dari respons alami tubuh untuk mendinginkan diri ketika suhu tubuh meningkat. Sebagai contoh, saat kita berlari, tubuh kita akan merasakan peningkatan suhu, terutama jika kita berlari di daerah yang panas atau lembap. Ini menyebabkan tubuh memproduksi keringat dengan tujuan untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat akibat aktivitas tersebut” ungkapnya.

Keringat yang keluar bukan berarti tubuh sedang membakar lebih banyak lemak. Sebaliknya, ini adalah upaya tubuh untuk menstabilkan suhu tubuhnya agar tetap berada dalam kisaran normal.

"Oleh karena itu, keringat yang bercucuran setelah berlari bukan berarti lemak terbakar lebih banyak, tetapi tubuh hanya sedang berusaha menstabilkan suhu tubuhnya," jelasnya.

“Keringat itu adalah cara tubuh kita untuk meng-cooling down atau mendinginkan tubuh," lanjut Dokter Tirta.

Dengan kata lain, keringat berfungsi sebagai sistem pendingin alami tubuh, yang memungkinkan kita untuk beradaptasi dengan suhu tubuh yang tinggi akibat aktivitas fisik. Ketika keringat keluar, tubuh kita berusaha menjaga keseimbangan suhu inti agar tetap berada dalam batas normal.

Dokter Tirta juga menjelaskan bahwa meskipun olahraga dapat meningkatkan pembakaran kalori, keringat bukanlah indikator langsung dari pembakaran lemak itu sendiri.

"Jadi, keringat banyak atau sedikit itu adalah mekanisme tubuh untuk menjaga suhu tubuh, dan bukan tanda lemak terbakar. Pembakaran lemak sebenarnya terjadi melalui proses lain yang lebih kompleks, termasuk kontraksi otot dan nafas,” tegasnya.

Menurut dia, lemak dikeluarkan melalui kontraksi otot dan pernapasan. Ketika tubuh bergerak atau berolahraga, otot bekerja dan mengeluarkan energi yang sebagian besar berasal dari pembakaran lemak. Selain itu, proses pernapasan juga berperan penting dalam pembakaran kalori.

"Kamu bernapas itu mengeluarkan kalori, makanya kalau kamu tidur tanpa makan, tubuhmu tetap membakar kalori meskipun kamu tidak melakukan aktivitas fisik," jelas Dokter Tirta.

Pernyataan ini menekankan bahwa meskipun tidur, tubuh tetap melakukan proses pembakaran kalori melalui metabolisme tubuh. Kalori dibakar dalam tubuh sepanjang hari, bahkan saat kita tidur, karena tubuh terus bekerja untuk mempertahankan fungsi organ dan proses biologis lainnya. Dengan demikian, tidur pun berkontribusi dalam pembakaran kalori meskipun tidak ada aktivitas fisik yang dilakukan.

Namun, pembakaran lemak yang efisien lebih dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik. Salah satu cara untuk meningkatkan pembakaran lemak adalah dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, sehingga tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Dalam hal ini, aktivitas fisik seperti latihan kekuatan atau kardio bisa lebih efektif jika tubuh sudah mengandalkan lemak sebagai sumber energi utama.

Lebih lanjut, Dokter Tirta menjelaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara keringat dan pembakaran lemak.

“Jika tubuh kita mengeluarkan keringat banyak atau sedikit, itu hanya mekanisme untuk mengatur suhu tubuh, bukan indikator apakah kita sedang membakar lemak atau tidak,” tambahnya.

Ini menunjukkan bahwa banyaknya keringat yang keluar tidak selalu mencerminkan seberapa banyak lemak yang terbakar saat berolahraga. Sebagai kesimpulan, keringat memang berfungsi untuk membantu tubuh menurunkan suhu tubuh, tetapi tidak ada kaitan langsung antara keringat dan pembakaran lemak.

Pembakaran lemak yang sesungguhnya terjadi melalui mekanisme tubuh lainnya, termasuk melalui pernapasan dan kontraksi otot. Oleh karena itu, untuk pembakaran lemak yang lebih maksimal, disarankan untuk fokus pada pola makan yang sehat, seperti mengurangi karbohidrat, dan melakukan aktivitas fisik yang konsisten.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore