Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 20.09 WIB

Kemenkes Deteksi Dini Penyakit Kanker, Distribusikan Alat Pemeriksaan Darah ke 10 Ribu Puskesmas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2024). - Image

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

JawaPos.com – Kanker akan mudah dan murah ketika ditangani secara dini. Deteksi lebih awal menjadi salah satu kunci. Di sisi lain, kebutuhan dokter juga harus dicukupi untuk memberikan pelayanan yang menjangkau masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Indonesia masih kekurangan dokter spesialis onkologi atau ahli di bidang kanker. ”Persoalan terbesar dalam penanganan kanker adalah kita tidak punya dokter onkologi yang cukup,” ungkapnya di Jakarta kemarin (24/11). Kekurangan dokter juga menjadi perhatian.

Hal itu menyebabkan distribusi alat kesehatan ke penjuru negeri tidak optimal.

Sebab, tidak ada yang mengoperasikan. Karena itu, pemerintah telah kerja sama dengan Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan untuk mengirim dokter belajar. Salah satunya terkait onkologi. Total ada 100 dokter yang akan dikirimkan belajar ke luar negeri setiap tahun. Kebijakan tersebut dilakukan karena terbatasnya kapasitas pendidikan di dalam negeri untuk program fellowship.

Selain itu, deteksi dini akan digiatkan. Budi mengatakan, deteksi kanker menggunakan pemeriksaan darah lengkap. Misalnya dengan hematoanalyzer dan blood chemical analyzer. Alat ini sudah dikirim ke lebih dari 10 ribu puskesmas di Indonesia. Pemenuhan alat kesehatan tersebut ditargetkan rampung pada 2027. ”Alat ini bisa digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap. Jadi, bila ada anomali yang berpotensi menjadi kanker darah, bisa kita identifikasi lebih dini,” jelasnya.

Di perkotaan dan rumah sakit, pemerintah telah mengirimkan alat tes PCR yang digunakan untuk tes molekuler biologi.

Di tingkat provinsi, pemerintah berencana membangun laboratorium kesehatan masyarakat yang dilengkapi dengan mesin PCR dan mesin X-ray generasi terbaru.

”Kenapa mesin ini dibutuhkan di masa depan kita juga ingin memiliki teknologi tes terbaru seperti sel tumor dan DNA.” (lyn/c17/dio)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore