
Ilustrasi kanker otak. Glioblastoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel otak atau sel glia. (Healthline)
JawaPos.com - Jumlah kasus kanker di Indonesia masih terus bertambah di Indonesia setiap tahunnya. Salah satu kanker yang perlu diwaspadai adalah kanker otak. Deteksi dini terhadap penyakit ini penting untuk membuat kualitas hidup penyintas yang lebih baik.
Kanker otak adalah pertumbuhan sel abnormal di jaringan otak yang membentuk tumor. Tumor itu dapat bersifat jinak (tidak menyebar) atau ganas (kanker). Kanker dapat mengganggu fungsi otak, seperti gerakan, pikiran, dan emosi.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Wienorman Gunawan, Sp.BS, menerangkan, penyebab kanker ini bisa berasal dari otak itu sendiri (tumor primer) atau menyebar dari organ lain (tumor metastatik).
Secara umum, kanker otak terbagi menjadi dua jenis, yaitu tumor otak primer yang berasal dari jaringan otak atau sekitarnya, seperti glioma, meningioma, atau medulloblastoma, dan bisa bersifat jinak atau ganas tergantung jenisnya.
Jenis kedua, tumor otak sekunder, yaitu kanker yang menyebar ke otak dari organ lain, seperti paru-paru, payudara, atau kulit (melanoma), dan selalu bersifat ganas.
"Penting untuk mengenali gejala awal kanker otak dan segera melakukan konsultasi medis. Kombinasi deteksi dini dan pendekatan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan," ujar dr. Gunawan kepada wartawan, Rabu (20/11).
Peran Genetik dalam Risiko Kanker Otak
Faktor genetik memainkan peran penting dalam risiko kanker otak. Beberapa orang, memang memiliki mutasi genetik atau riwayat keluarga yang meningkatkan risiko tumor otak.
Dokter Gunawan mencontohkan sindrom genetik tertentu, seperti neurofibromatosis tipe 1 dan 2, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Turcot, dan sindrom Gorlin, semuanya terkait dengan peningkatan risiko tumor otak. "Individu dengan kondisi ini memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker otak dibandingkan populasi umum," tuturnya.
Selain itu, meskipun hanya sekitar 5-10 persen, keberadaan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko kanker otak.
Peran Lingkungan dalam Risiko Kanker Otak
Adapun faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kanker otak adalah sebagai berikut.
Paparan Radiasi: Radiasi ionisasi telah terbukti meningkatkan risiko tumor otak primer seperti glioma. Misalnya, individu yang menjalani radiasi terapi kepala memiliki risiko lebih tinggi terkena glioma dan meningioma.
Paparan Bahan Kimia: Meskipun penelitian belum memberikan bukti konklusif, beberapa bahan kimia tertentu seperti pestisida, bahan pelarut, dan bahan kimia industri diduga berperan dalam meningkatkan risiko tumor otak.
Faktor Lain: Beberapa studi mencoba menghubungkan polusi udara dan paparan radiasi elektromagnetik dari perangkat seperti ponsel dengan risiko kanker otak, tetapi bukti masih terbatas dan tidak konklusif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
