Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 21.04 WIB

Apa yang Terjadi jika Tubuh Kelebihan Vitamin C? Hindari Sebelum Berdampak Buruk bagi Kesehatan Tubuh

Ilustrasi Vitamin C (Natali Yakovleva/pexels.com) - Image

Ilustrasi Vitamin C (Natali Yakovleva/pexels.com)

JawaPos.com - Vitamin C merupakan nutrisi esensial yang banyak ditemukan dalam berbagai buah dan sayuran.

Memastikan asupan vitamin C dengan kadar cukup, sangat penting dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, vitamin C juga mempunyai peran dalam penyembuhan luka, menjaga kekuatan tulang, dan meningkatkan fungsi otak.

Menariknya, beberapa orang percaya bahwa suplemen vitamin C memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan vitamin C yang diperoleh dari makanan.

Salah satu alasan utama orang mengonsumsi suplemen vitamin C adalah keyakinan bahwa suplemen tersebut bisa membantu mencegah flu biasa.

Sayangnya, banyak suplemen mengandung vitamin dalam dosis yang sangat tinggi, di mana dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan.

Dikutip dari healthline.com, berikut ini beberapa dampak konsumsi vitamin C berlebihan yang perlu diketahui agar tidak berefek buruk bagi kesehatan tubuh.

Vitamin C larut dalam air dan tidak disimpan dalam tubuh

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan oleh tubuh. Vitamin C yang kamu konsumsi akan diangkut ke jaringan melalui cairan tubuh, dan kelebihannya akan dikeluarkan lewat urin.

Karena tubuh tidak menyimpan atau memproduksi vitamin C sendiri, penting guna mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin ini setiap hari. Walaupun dosis tinggi, vitamin C tidak dikenal sebagai racun atau penyebab efek samping serius, efek samping yang paling umum termasuk diare, mual, kram perut, dan masalah pencernaan lainnya.

Apabila kamu mengonsumsi vitamin C dengan dosis yang lebih tinggi dari biasanya, tubuh mungkin kesulitan untuk memprosesnya dan bisa mengakibatkan efek negatif. Perlu dicatat bahwa suplemen vitamin C biasanya tidak diperlukan.

kebanyakan orang dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan vitamin ini melalui makanan segar, terutama buah-buahan dan sayuran. Umumnya, efek samping tersebut tidak terjadi akibat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, melainkan hanya dari suplemen vitamin C dalam dosis tinggi.

Kamu mungkin mengalami gejala pencernaan jika mengonsumsi lebih dari 2.000 miligram (mg) sekaligus. Sehingga, batas Asupan Tertinggi yang dapat ditoleransi (UL) ditetapkan pada 2.000 mg per hari. Gejala pencernaan yang paling umum akibat asupan vitamin C berlebihan adalah diare dan mual. 

Meskipun ada laporan bahwa asupan berlebihan bisa menyebabkan refluks asam, bukti ilmiah yang mendukung hal ini masih terbatas. Jika mengalami masalah pencernaan akibat mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, cukup kurangi dosis suplemen kamu atau hindari suplemen vitamin C sepenuhnya.

Vitamin C dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore