
Makanan yang perlu dihindari oleh penderita nyeri sendi. (freepik)
JawaPos.com - Arthritis reumatoid adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada sendi, menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan.
Kondisi ini dapat mempengaruhi berbagai sendi, terutama di tangan dan kaki, dan seringkali terjadi secara simetris. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk kelelahan, demam, dan penurunan berat badan.
Meski penyebab pasti belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik dan lingkungan berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Jika Anda menderita nyeri sendi dan secara rutin mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasinya, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari agar proses penyembuhan tidak terkendala.
Pasalnya, ada beberapa bahan makanan yang dapat menyebabkan inflamasi yang berpengaruh terhadap masalah nyeri sendi.
Berikut ini penjelasan selengkapnya seputar beberapa makanan yang perlu dihindari oleh orang yang menderita nyeri sendi.
Makanan ini mengandung kadar lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan peradangan dan memiliki efek negatif pada kesehatan jantung. Daging olahan terkadang juga mengandung bahan pengawet yang dapat menyebabkan peradangan.
Gorengan mengandung asam lemak omega-6 dan lemak jenuh tinggi yang dapat menyebabkan peradangan dan memperburuk kesehatan jantung, dilansir dari laman Web MD pada (18/10).
Makanan manis, seperti kue kering, permen, dan minuman manis, dapat membuat tubuh Anda melepaskan pembawa pesan inflamasi yang disebut sitokin.
Hal yang sama juga berlaku untuk karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, dan pasta, yang dapat dicerna dengan cepat oleh tubuh Anda menjadi gula sederhana.
Makanan olahan biasanya tinggi garam, gula, dan lemak tidak sehat, sehingga dapat menyebabkan peradangan, penambahan berat badan, dan masalah jantung.
Tidak hanya buruk bagi penderita arthritis atau nyeri sendir, tetapi juga buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.
Terlalu banyak garam tidak hanya buruk bagi tekanan darah, tetapi jika Anda menderita RA dan mengonsumsi steroid, tubuh Anda mungkin akan lebih mudah terserang.
Usahakan mengonsumsi garam dengan takaran kurang dari 1.500 miligram sehari.
Monosodium glutamat (MSG), bahan kimia yang ditambahkan ke dalam banyak makanan sebagai penambah rasa, telah terbukti memicu peradangan, dikutip dari laman Hackensack Meridian Health pada (18/10).

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
