Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Oktober 2024 | 01.34 WIB

Wajib Tahu, 14 Mitos dan Fakta yang Membuat Diet Jadi Gagal

Diet Mediterania (healthday.com) - Image

Diet Mediterania (healthday.com)

JawaPos.com – Banyak orang berusaha menerapkan hidup sehat demi mendapatkan postur tubuh ideal. Di antaranya dengan cara diet. Namun, diet tidak bisa dilakukan secara serampangan. Ada aturan yang menyertainya. Sebab selama ini banyak mitos yang beredar terkait diet.

Mitos-mitos itu membuat masyarakat dan malah banyak masyarakat gagal mencapai berat badan ideal.

Dilansir dari healthhub.sg dan healthline.com, terdapat beberapa mitos mengenai diet yang bisa memengaruhi progres penurunan badan, yakni sebagai berikut:

1. Makan pada malam hari membuat berat badan bertambah

Mitos tentang makan pada malam hari menyebabkan kenaikan berat badan telah lama beredar. Kenyataannya, waktu makan tidak menentukan apakah seseorang akan gemuk atau tidak. Kunci utama adalah total kalori yang dikonsumsi dalam sehari.

Makan malam tidak lantas membuat seseorang jadi gemuk, jika memilih makanan sehat dan dalam porsi yang tepat. Yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan ngemil sembarangan pada malam hari, terutama makanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi.

2. Karbohidrat itu jahat karena menyebabkan kenaikan berat badan

Salah satu mitos yang beredar luas di masyarakat adalah bahwa karbohidrat merupakan penyebab utama kenaikan berat badan. Padahal semua makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Kuncinya pilihan jenis karbohidrat yang tepat dan konsumsi dalam jumlah yang sesuai. Karbohidrat kompleks seperti yang terdapat dalam biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran lebih baik daripada karbohidrat sederhana seperti gula rafinasi.

3. Semua lemak buruk bagi kesehatan

Mitos bahwa semua lemak itu buruk dan sudah saatnya dilupakan. Faktanya, tubuh membutuhkan lemak sehat untuk berfungsi dengan baik. Lemak tak jenuh yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, dan ikan berlemak, bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebaliknya, lemak jenuh dan lemak trans, yang banyak terdapat pada makanan olahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk menjaga kesehatan, kita perlu membatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans, serta meningkatkan asupan lemak tak jenuh.

4. Sarapan adalah waktu makan terpenting sehingga tidak boleh dilewatkan

Pernyataan bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari telah lama dipercaya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu mutlak. Beberapa studi menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengurangi asupan kalori harian dan bahkan memiliki manfaat kesehatan tertentu ketika dikombinasikan dengan pola makan seperti puasa intermiten.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang cocok dengan pola makan seperti itu. Anak-anak, remaja, ibu hamil, dan mereka dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya tidak melewatkan sarapan. Setiap individu memiliki karakteristik tubuh yang berbeda, termasuk metabolisme, genetika, dan tingkat aktivitas fisik yang berbeda-beda. Hal ini membuat setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda pula. Sehingga pola makan yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

5. Makan salad buah dan salad sayuran akan membantu menjaga berat badan

Pernyataan bahwa makan salad buah dan salad sayuran akan membantu menjaga berat badan memang benar adanya, akan tetapi kenyataannya hal ini tidak selalu sepenuhnya benar. Salad buah dan salad sayuran memang rendah kalori dan kaya akan vitamin, mineral, serta serat yang penting bagi kesehatan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore