
Ilustrasi Jerawat bayi (Freepik)
JawaPos.com - Jerawat bayi adalah kondisi kulit yang umum dan bersifat sementara yang muncul di wajah atau tubuh bayi. Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan atau jerawat kecil berwarna merah atau putih. Dalam hampir semua kasus, jerawat dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Jerawat bayi berbeda dengan jerawat infantil karena komedo terbuka, atau komedo hitam , biasanya tidak muncul pada jerawat bayi. Gejala-gejala ini umum terjadi pada jerawat infantil. Jerawat infantil juga dapat muncul sebagai kista atau nodul. Dalam kasus yang jarang terjadi, jerawat ini dapat meninggalkan bekas luka tanpa pengobatan.
Jerawat bayi juga dikenal sebagai jerawat neonatal. Jerawat ini terjadi pada sekitar 20 persen bayi baru lahir. Jerawat pada bayi hanya terjadi pada beberapa bulan pertama kehidupan bayi Anda. Jerawat pada bayi dapat berlangsung hingga anak Anda berusia 2 tahun.
Dilansir dari laman Healthline oleh JawaPos.com, Selasa (8/10) penyebab jerawat bayi tidak jelas mengapa jerawat tersebut muncul. Beberapa peneliti percaya bahwa jerawat disebabkan oleh hormon ibu atau bayi.
Sementara gejalanya seperti jerawat pada remaja dan orang dewasa, jerawat bayi biasanya muncul sebagai benjolan merah atau jerawat . Pustula putih atau komedo putih juga dapat muncul, dan kulit kemerahan dapat mengelilingi benjolan tersebut.
Bayi dapat mengalami jerawat di bagian wajah manapun, tetapi paling sering terjadi di pipi. Beberapa bayi mungkin juga mengalami jerawat di punggung atas atau leher. Jerawat bisa lebih parah jika bayi Anda rewel atau menangis. Kain yang kasar dapat mengiritasi jerawat, begitu pula muntahan atau air liur yang menempel di wajah.
Jerawat bayi terkadang muncul saat lahir. Namun, dalam kebanyakan kasus, jerawat muncul dalam dua hingga empat minggu setelah lahir. Jerawat dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu, meskipun beberapa kasus dapat berlangsung selama beberapa bulan. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengobati jerawat pada bayi.
1. Jaga kebersihan wajah bayi Anda
Cuci muka bayi Anda setiap hari dengan air hangat. Waktu mandi adalah waktu yang tepat untuk melakukan ini. Anda bahkan tidak perlu menggunakan apa pun selain air, tetapi jika Anda mau, carilah sabun lembut atau pembersih bebas sabun.
Jangan ragu untuk meminta rekomendasi dari dokter anak. Produk bebas pewangi paling kecil kemungkinannya untuk mengiritasi kulit bayi Anda.
2. Hindari produk yang keras
Produk yang mengandung retinoid, yang berhubungan dengan vitamin A , atau eritromisin, umumnya digunakan untuk mengatasi jerawat pada orang dewasa. Namun, produk ini biasanya tidak direkomendasikan untuk bayi.
Jangan gunakan sabun beraroma, sabun mandi berbusa, atau jenis sabun lain yang mengandung bahan kimia berlebihan.
3. Lewati lotion
Lotion dan krim dapat mengiritasi kulit bayi Anda dan memperparah jerawatnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
