Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 05.37 WIB

Mengungkap Nyeri Dada Sebelah Kiri dan Kaitannya dengan Gejala Serangan Jantung

serangan jantung/ YouTube @RS_Premier_Jatinegar - Image

serangan jantung/ YouTube @RS_Premier_Jatinegar

JawaPos.com - Ketika mengalami nyeri dada sebelah kiri, tak sedikit orang yang berpikir kalau dirinya mengalami serangan jantung. Meskipun nyeri dada memang bisa menjadi gejala penyakit jantung atau serangan jantung, tapi tidak selalu begitu.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab nyeri dada sebelah kiri dan kebanyakan bukan pertanda masalah serius. Namun meski begitu, sebagaimana dilansir dari Halodoc, Kamis (29/8), nyeri dada tetap perlu kamu waspadai ya.

Sebab ada beberapa nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi medis berbahaya. Selain serangan jantung, ada berbagai penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan nyeri dada sebelah kiri, antara lain: 

1. Angina

Angina pectoris bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit jantung koroner. Ini merupakan nyeri dada yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah ke jantung.

Angina ditandai dengan gejala berupa nyeri dada, sesak napas, mual, kelelahan, keluar banyak keringat, serta tekanan berlebih di dada yang disebabkan karena otot tidak mendapat oksigen yang cukup dari darah. 

Tak hanya dada, rasa tidak nyaman akibat angina juga bisa muncul di lengan kiri, bahu kiri, punggung, sisi kiri leher, serta sisi kiri rahang. Apabila rasa nyeri tak tertahankan, kamu bisa coba menggunakan sejumlah obat berdasarkan resep dokter. 

2. Serangan jantung

Nyeri dada sebelah kiri juga bisa menjadi tanda serangan jantung. Nyeri dada yang muncul bisa bersifat ringan, lalu semakin parah secara perlahan, atau bisa juga terjadi secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang hebat di sisi kiri atau tengah dada. 

Selain nyeri dada, serangan jantung juga bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti:

  • Nyeri di lengan kiri.
  • Sesak napas.
  • Mulas, mual, atau muntah.
  • Sakit kepala ringan, lemah, atau pusing.
  • Rasa sakit yang tajam di leher, rahang, punggung atau perut.

3. Serangan panik

Serangan panik merupakan perasaan takut yang datang secara tiba-tiba dan bisa memuncak dalam waktu singkat atau kurang lebih 10 menit.  

Serangan panik sering dikira sebagai tanda dari serangan jantung. Tak hanya nyeri di area dada, serangan panik juga kerap memicu gejala lain. Contohnya seperti peningkatan detak jantung, sesak napas, tubuh gemetar, pusing, mual, keringat berlebih, hot flashes, atau menggigil. 

4. Heartburn, refluks asam, atau GERD

Heartburn adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan yang bisa kamu alami saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan (refluks asam atau gastroesophageal reflux). Kondisi ini umumnya menyebabkan rasa sakit yang semakin intens, terutama setelah makan, di malam hari, atau saat tubuh sedang berbaring dan membungkuk. Hal ini dipicu oleh beberapa hal misalnya saja mengonsumsi makanan pedas, asam, berlemak, serta kelebihan berat badan atau obesitas. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore