
ILUSTRASI: Kipas Angin. (Freepik)
JawaPos.com - Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, kipas angin sering dianggap sebagai solusi murah dan praktis untuk mengatasi suhu panas. Namun, hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan kipas angin dalam jangka panjang memiliki risiko bagi kesehatan.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Robert A. C. Chapman, seorang ahli kesehatan lingkungan di University of Sydney, menunjukkan bahwa penggunaan kipas angin dapat memperburuk risiko kesehatan. Terutama bagi seseorang dengan kondisi pernapasan dan kekebalan tubuh yang lemah.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Health edisi Juli 2024 ini mengungkapkan beberapa temuan penting. Diantaranya soal peningkatan risiko penyakit pernapasan. Kipas angin dapat menyebarkan debu dan alergen di udara. Ini bisa memperburuk kondisi pernapasan seperti asma dan alergi.
Baca Juga: Gunakan Trik Ini Biar Mata Tetap Sehat Meski Sering Main HP
“Kipas angin tidak hanya mendinginkan udara, tetapi juga dapat mengganggu partikel-partikel kecil di lingkungan yang kita hirup,” kata Dr. Chapman.
Partikel-partikel ini, ketika tersedot ke dalam saluran pernapasan, dapat memperburuk gejala pernapasan.
Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kipas angin dapat menyebabkan penurunan kualitas udara di dalam ruangan. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa penggunaan kipas angin di ruangan tertutup meningkatkan konsentrasi polutan seperti karbon dioksida dan bahan kimia rumah tangga.
"Penggunaan kipas angin di ruang yang tidak memiliki ventilasi yang baik dapat membuat udara menjadi lebih kotor daripada sebelumnya," tambah Dr. Chapman.
Penelitian juga mencatat bahwa penggunaan kipas angin secara terus-menerus dapat mengakibatkan gejala kesehatan lain seperti iritasi kulit dan gangguan tidur.
Baca Juga: Ramalan Keberuntungan Shio Kerbau Hari Minggu 11 Agustus 2024, Inisiatif Diperlukan untuk Menjemput Rezeki yang Penuh Berkah
Udara yang bergerak terus-menerus dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi, serta memengaruhi kualitas tidur jika kipas terlalu dekat dengan tempat tidur.
Karena itu, para peneliti merekomendasikan beberapa langkah untuk mengurangi risiko kesehatan terkait penggunaan kipas angin.
Ini termasuk memastikan ventilasi yang memadai, rutin membersihkan kipas untuk mengurangi debu, dan mempertimbangkan alternatif pendinginan yang lebih sehat seperti pendingin udara dengan sistem filtrasi yang baik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
