Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2024 | 21.54 WIB

Minuman Berkafein Picu Keguguran hingga Cacat Pada Bayi, Catat Batas Aman Kafein Bagi Ibu Hamil!

5 Manfaat dari Susu Kedelai untuk Kesehatan Ibu Hamil./Sumber foto: freepik.com - Image

5 Manfaat dari Susu Kedelai untuk Kesehatan Ibu Hamil./Sumber foto: freepik.com


JawaPos.Com - Pada umumnya, minuman berkafein tidak disaraknan untuk ibu hamil.

Bukan tidak boleh sama sekali, namun minuman berkafein bagi ibu hamil sebaiknya di hindari terlebih dahulu atau dikurangi takarannya.

Apabila tidak bisa menghindari munuman berkafein, ibu hamil sebaiknya simak informasi berikut ini.

Menurut pedoman terkini yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merekomendasikan asupan kafein di bawah 300 mg/hari selama kehamilan.

Sementara American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Norwegian Food Safety Authority setuju dengan Rekomendasi Nutrisi Nordik (NNR), merekomendasikan a asupan kafein 200 mg/hari.

Baru-baru ini, sebuah studi juga mengungkapkan tentang dampak kafein pada perkembangan otak anak-anak.

Apa kata para ahli? Kafein dikatakan dapat memengaruhi plasenta.

Selain itu, tubuh bumil melambat dalam metabolisme kafein saat kehamilan berlangsung.

Dilansir dari Science Times, Jumat (19/7), ACOG dan American Pregnancy Association merekomendasikan konsumsi kafein bumil kurang dari 200 mg/hari seperti lapor ScienceAlert. Itu setara dengan satu hingga dua cangkir kopi.

Sementara itu, National Health Service (NHS) Inggris dan European Food Safety Authority (EFSA) mengatakan bahwa membatasi asupan kafein selama kehamilan yakni jumlah sedang sebesar 200 mg/hari.

Para peneliti mencatat bahwa sejumlah besar penelitian setuju bahwa kafein harus dibatasi selama kehamilan, tetapi bumil tidak perlu sepenuhnya menghentikan kafein.

Mereka mengatakan bahwa risiko asupan kafein sangat rendah.

Apakah Kafein Aman Selama Kehamilan?

Data yang bertentangan tentang keamanan dan konsumsi makanan kafein selama kehamilan membuat banyak orang bertanya apakah itu menyebabkan keguguran atau akan mempengaruhi perkembangan anak.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di NCBI, para peneliti mengatakan bahwa sebagian besar data tentang asupan kafein selama kehamilan tidak menunjukkan peningkatan risiko kehamilan yang merugikan, kesuburan, atau masalah perkembangan saraf. Asalkan membatasi konsumsi kafein 300 mg/hari atau kurang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore