ILUSTRASI: Moms-haming (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)
Mom-shaming bisa membuat ibu stres. Namun, semua itu bisa dicegah bersama dengan keluarga. Pun bila terjadi mom-shaming, kondisi itu bisa direspons dengan baik untuk menghindari terjadinya gangguan mental.
Dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Emi Zulaifah menuturkan, kalau ada anggota keluarga seperti orang tua, mertua, atau suami yang berkomentar terkait cara pengasuhan, perlu dilihat. Apakah menggunakan cara yang baik atau tidak?
Kalau memang dengan cara yang baik, tapi membuat seorang ibu terbawa perasaan, bisa jadi ada harga diri negatif yang dimiliki. ’’Komentar sedikit malah terbawa perasaan,” urainya kepada Jawa Pos, Jumat (12/7).
Yang pasti, menyampaikan kritik dan saran bila sudah berniat mom-shaming itu tentu tidak baik. Yang dibutuhkan seorang ibu, terutama ibu baru, adalah dukungan keluarga. Bukan feedback yang menyakitkan.
’’Niat baik, tapi bisa jadi caranya keliru. Yang paling diperlukan ibu baru itu pasangan dan keluarga besar yang suportif,” terang founder Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia tersebut.
Dalam pengasuhan, sebaiknya orang sekitar berperan sebagai penolong. Misalnya, saat suami dan istri tidak bisa menjemput anak sekolah. Bisa jadi keluarga lain atau teman dimintai bantuan untuk membawa anak ke rumah dulu. ”Nanti dijemput di rumah mereka setelah selesai. Saling menolong diperlukan dalam pengasuhan. Saya juga melakukan itu,” tuturnya.
Menurut dia, tidak sepenuhnya pengasuhan itu subjektivitas dari orang tua. Ada objektivitas dalam pengasuhan seperti mengedepankan kasih sayang dan kedermawanan. Dalam beberapa kasus yang ditemui misalnya, ada pasangan muda yang ibunya meyakini bahwa harus ASI eksklusif selama enam bulan. ”Memang ini benar, tapi dalam kondisi tertentu bisa jadi perlu tambahan,” paparnya.
Dalam kasus lainnya, ada informasi yang didapat dari media sosial, tetapi justru diyakini seorang ibu. Misalnya, pengganti bubur bayi itu dari labu. Dia menyatakan, perlu dipahami bahwa tidak sepenuhnya apa yang ada di media sosial itu benar. ”Memang yang alami itu bagus. Tapi, dalam kondisi tertentu, bubur bayi yang instan itu bisa menjadi penolong,” urainya.
Dia menyatakan, ibu yang mengalami mom-shaming tidak perlu takut. Namun, pandai-pandailah mengambil sisi baiknya. ’’Dalam budaya yang kolektif seperti di Indonesia, itu bentuk kepedulian. Minta doakan saja ke orang tua atau keluarga agar anak selamat dalam tiap tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Bagaimana mendeteksi seorang ibu perlu konsultasi ke psikolog bila mendapatkan mom-shaming? Dia menjawab bahwa sebenarnya kalau pribadi ibunya kuat, misalnya bisa membantah sesuai ilmu pengetahuan, tidak masalah. Namun, bila sang ibu introver dan pendiam, tentu itu bisa jadi menimbulkan pikiran macam-macam.
Kondisi selanjutnya, bila merasa sudah menarik diri dari pengasuhan dan sebagainya, seorang ibu perlu untuk ke psikolog. ”Tapi, itu bila tidak ada keluarga yang bisa menjadi support. Kalau suami atau ada keluarga yang bisa diajak curhat dan mencari solusi, tentu belum perlu ke psikolog,” sarannya. (idr/c12/hep)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
