Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 23.00 WIB

Mengenal Kepribadian Orang yang Suka Cari Perhatian: Benarkah Suatu Tanda Gangguan Histrionik?

Ilustrasi orang yang suka cari perhatian.



JawaPos.com - Orang yang memiliki kepribadian dengan suka cari perhatian sering ditemukan pada berbagai lingkungan, seperti di sekolah, kampus, maupun pekerjaan. Perilaku orang yang suka cari perhatian bisa dilakukan secara langsung, maupun di media sosial. Ketika mereka terus berbicara atau bertindak untuk mendapatkan validasi dari orang lain.

Dilansir dari laman artikel Very Well Mind, perilaku orang yang suka cari perhatian sudah menjadi naluri manusia yang ingin dianggap serius, diperhatikan, dan dicintai. Namun, jika cari perhatian dilakukan secara berlebihan akan membuat orang lain tak nyaman. Bahkan bisa jadi merupakan suatu tanda gangguan mental.

Dikutip dari laman artikel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, orang yang suka cari perhatian bisa terindikasi terkenanya gangguan histrionik. Orang yang memiliki gangguan histrionik ini akan mudah bergaul dengan tujuan cari perhatian dan ingin menjadi pusat perhatian orang lain. Tapi disisi lain, mereka lemah ketika ada yang mengabaikannya.

Menurut Millon dan Davis (1996) ada delapan ciri-ciri orang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik, diantaranya adalah:

1. Tingkah lakunya cenderung dramatis yang menimbulkan emosi tinggi, seringkali mereka akan nekad demi mendapatkan perhatian orang sekitar terutama orang tersayangnya.

2. Mereka akan menunjukkannya untuk dipuji, mulai dari segi prestasi maupun penampilan. Bahkan bisa saja menggoda lawan jenis lewat godaan seksualnya.

3. Tak mampu mengenali dirinya dan tidak peka dengan masa lalu, tapi mereka akan lebih peka terhadap penolakan dan sikap orang lain terhadapnya, khususnya pasangan.

4. Penampilan diri buat adalah hal yang sangat penting. Mereka merasa bahwa dirinya yang paling menarik, cantik atau tampan, banyak digemari dan selalu bisa menjadi trend setter.

5. Rata-rata mereka tidak bisa berpikir logis, dewasa, dan sulit menyelesaikan masalahnya serta pengalaman masa lalunya sudah dipendam dan tidak dipelajari untuk kehidupan selanjutnya.

6. Mereka biasanya susah menciptakan hubungan yang penuh perasaan dan makna. Karena apapun yang mereka lakukan penuh kepalsuan atau manipulatif.

7. Suasana hati yang tidak menentu atau moody-an, mereka akan berperilaku tergantung mood dan ingin orang lain mengerti dan memusatkan perhatian kepadanya.

8. Tak memiliki rencana hidup yang matang, karena hidupnya hanya terpaku pada pujian. Mereka juga tidak percaya diri untuk hidup mandiri dan selalu bergantung pada orang lain.

Dari beberapa ciri di atas, maka perlu diketahui bahwa perilaku cari perhatian memang tidak baik jika dilakukan secara berlebihan dan kerap mengganggu orang lain. Dalam menjalani kehidupan, tidak perlu membuang tenaga demi perhatian atau validasi orang lain. Karena semua hal itu tidak ada puasnya dan tidak akan berimpact positif pada kehidupan kita.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore