Ilustrasi orang yang suka cari perhatian.
JawaPos.com - Orang yang memiliki kepribadian dengan suka cari perhatian sering ditemukan pada berbagai lingkungan, seperti di sekolah, kampus, maupun pekerjaan. Perilaku orang yang suka cari perhatian bisa dilakukan secara langsung, maupun di media sosial. Ketika mereka terus berbicara atau bertindak untuk mendapatkan validasi dari orang lain.
Dilansir dari laman artikel Very Well Mind, perilaku orang yang suka cari perhatian sudah menjadi naluri manusia yang ingin dianggap serius, diperhatikan, dan dicintai. Namun, jika cari perhatian dilakukan secara berlebihan akan membuat orang lain tak nyaman. Bahkan bisa jadi merupakan suatu tanda gangguan mental.
Dikutip dari laman artikel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, orang yang suka cari perhatian bisa terindikasi terkenanya gangguan histrionik. Orang yang memiliki gangguan histrionik ini akan mudah bergaul dengan tujuan cari perhatian dan ingin menjadi pusat perhatian orang lain. Tapi disisi lain, mereka lemah ketika ada yang mengabaikannya.
Menurut Millon dan Davis (1996) ada delapan ciri-ciri orang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik, diantaranya adalah:
1. Tingkah lakunya cenderung dramatis yang menimbulkan emosi tinggi, seringkali mereka akan nekad demi mendapatkan perhatian orang sekitar terutama orang tersayangnya.
2. Mereka akan menunjukkannya untuk dipuji, mulai dari segi prestasi maupun penampilan. Bahkan bisa saja menggoda lawan jenis lewat godaan seksualnya.
3. Tak mampu mengenali dirinya dan tidak peka dengan masa lalu, tapi mereka akan lebih peka terhadap penolakan dan sikap orang lain terhadapnya, khususnya pasangan.
4. Penampilan diri buat adalah hal yang sangat penting. Mereka merasa bahwa dirinya yang paling menarik, cantik atau tampan, banyak digemari dan selalu bisa menjadi trend setter.
5. Rata-rata mereka tidak bisa berpikir logis, dewasa, dan sulit menyelesaikan masalahnya serta pengalaman masa lalunya sudah dipendam dan tidak dipelajari untuk kehidupan selanjutnya.
6. Mereka biasanya susah menciptakan hubungan yang penuh perasaan dan makna. Karena apapun yang mereka lakukan penuh kepalsuan atau manipulatif.
7. Suasana hati yang tidak menentu atau moody-an, mereka akan berperilaku tergantung mood dan ingin orang lain mengerti dan memusatkan perhatian kepadanya.
8. Tak memiliki rencana hidup yang matang, karena hidupnya hanya terpaku pada pujian. Mereka juga tidak percaya diri untuk hidup mandiri dan selalu bergantung pada orang lain.
Dari beberapa ciri di atas, maka perlu diketahui bahwa perilaku cari perhatian memang tidak baik jika dilakukan secara berlebihan dan kerap mengganggu orang lain. Dalam menjalani kehidupan, tidak perlu membuang tenaga demi perhatian atau validasi orang lain. Karena semua hal itu tidak ada puasnya dan tidak akan berimpact positif pada kehidupan kita.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
