CEO Recce, James Graham mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memerangi resistensi antimikroba, dan menjawab permasalah kesehatan yang semakin mendesak di dunia.
JawaPos.com - Recce Pharmaceuticals Ltd (Recce), perusahaan farmasi dari Australia, menyambut positif rencana pengembangan uji klinik fase 3 produk anti-infektif inovatif yang merupakan antibiotik sintetik pertama di Dunia melalui kerja sama strategis dengan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana).
Kerja sama ini bertujuan untuk mengatasi tantangan krisis kesehatan global terkait resistensi antimikroba (AMR).
CEO Recce, James Graham mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memerangi resistensi antimikroba, dan menjawab permasalah kesehatan yang semakin mendesak di dunia.
"Kolaborasi di Indonesia adalah momentum pembuktian secara klinis dari upaya untuk mengatasi krisis penyakit infeksi di Indonesia dan dunia. Etana merupakan mitra strategis yang memungkinkan akses ke populasi pasien yang luas di Indonesia. Kami menghadirkan kelas antibiotik baru dan pertama dalam lebih dari 40 tahun terakhir untuk masyarakat Indonesia dan dunia," ujar James dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (21/5).
Andreas Donny Prakasa, Head of Corporate Relations Etana mengatakan, kerja sama Etana dan Recce merupakan kerjasama yang strategis, tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga dari pemerintah kedua negara, yaitu Australia dan Indonesia.
"Melalui kerjasama ini, kami siap berperan dalam melakukan uji klinis di fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia dan melakukan kerjasama penelitian serta produksi lokal untuk antibiotik kelas baru,” ujarnya.
Kolaborasi ini pun mendapat dukungan dari institusi pemerintah Indonesia, antara lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mendapatkan dukungan dari pemerintah Australia dalam hal ini kedutaan Australia di Indonesia.
Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Roy Himawan mengatakan, kolaborasi ini sangat baik untuk perkembangan teknologi di Indonesia serta ketahanan kefarmasian nasional.
"Kita menyambut baik kolaborasi antara industri dalam negeri dengan mitra global seperti yang Etana lakukan dengan Recce. Kita harus lebih siap dengan teknologi baru sehingga ketika suatu saat dibutuhkan, kita sudah punya teknologinya. Saya mengapresiasi kerja sama Etana dan Recce karena kedua belah pihak mengembangkan molekul antibiotik baru yang dapat membantu Indonesia dalam memerangi resistensi antimikroba," ujar Roy.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN, Masteria Yunovilsa Putra menekankan pentingnya kolaborasi ini sebagai model pengembangan terknologi kefarmasian di Indonesia.
"Kerja sama ini menjadi salah satu contoh dan kedepannya bisa menjadi model di Indonesia untuk pengembangan obat-obatan dan vaksin. Transfer teknologi dan pengetahuan dari Recce sangat penting agar kita dapat melakukan hal yang sama di masa depan," ungkap Masteria.
Dijelaskannya, Recce berencana melaksankan studi fase 3 untuk indikasi infeksi ulkus kaki diabetik terhadap pasien di Indonesia. Dengan indikasi ini, diharapkan dapat membantu perawatan infeksi ulkus kaki diabetik populasi pasien sekitar 6,5 juta orang di Indonesia.
James mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Etana dalam melaksanakan studi klinik fase 3 untuk infeksi ulkus kaki diabetik.
Kerja sama ini tidak hanya membawa manfaat dalam hal penanganan penyakit infeksi, tetapi juga dalam transfer teknologi ke dalam negeri , penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi pengetahuan menggerakkan perekonomian berbasis pengetahuan di Indonesia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
