Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 April 2024 | 19.27 WIB

Mengenal Skoliosis dan 5 Cara Mencegahnya agar Tidak Semakin Parah

Ilustrasi skoliosis. (Istimewa)

JawaPos.com - Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang umum terjadi, sering ditemukan pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Meskipun gejalanya sering tidak terasa, dapat menyebabkan ketidaksejajaran bahu dan meningkatkan risiko masalah pernapasan.

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping. Banyak orang beranggapan bahwa ini disebabkan oleh cedera, obesitas, atau kebiasaan sehari-hari seperti membawa beban berat atau postur tubuh yang buruk.

Meskipun demikian, penyebab pasti skoliosis masih belum diketahui. Upaya seperti melatih postur atau berlatih yoga tidak akan bisa mencegah skoliosis, terutama skoliosis bawaan dan neuromuskular.

Skoliosis bawaan dianggap sebagai cacat lahir yang muncul sejak awal kehamilan dan tidak dapat dihindari. Sedangkan skoliosis neuromuskular seringkali terjadi sebagai dampak dari kondisi lain seperti cerebral palsy.

Para ahli juga beranggapan bahwa sampai saat ini belum ditemukan cara yang pasti untuk mencegah skoliosis neuromuskular.

Namun, jika skoliosis baru muncul pada usia dewasa seperti skoliosis degeneratif atau yang disebabkan oleh osteoporosis, kadang-kadang tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk menghentikan perkembangannya. Bagaimana cara mencegahnya?

Sebelum itu, dilansir dari hellosehat.com, Seseorang dikatakan menderita skoliosis jika kelengkungan tulangnya mencapai 10 derajat atau lebih. Biasanya, tulang belakang hanya melengkung di bagian atas bahu dan di bawah punggung dalam kondisi normal.

Jika diperiksa dengan sinar-X, tulang belakang pada seseorang yang mengalami skoliosis akan melengkung di sisi kanan dan kiri, membentuk pola huruf "S" atau "C".

Benar, beberapa jenis skoliosis tidak dapat dihindari. Namun, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk menunda dan mengurangi risiko perkembangan skoliosis menjadi lebih parah:

  1. Mengurangi beban di punggung

Mengurangi beban pada punggung dari tas ransel yang dibawa dapat membantu. Tas yang terlalu berat dapat mengganggu postur tubuh. Jika menggunakan tas bahu, bergantian meletakkan tas di bahu kiri dan kanan bisa menjadi solusi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore