
Ilustrasi tanaman yang bisa mengusir nyamuk./ (Pixabay)
JawaPos.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi penyakit yang terkenal terutama di daerah tropis dan sub-tropis.
Maraknya penderita DBD di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini perlu menjadi prioritas bersama. Sebab, masih banyak orang yang belum mengetahui gejala dan ciri-ciri demam berdarah serta tips pencegahannya.
Demam berdarah terjadi karena virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyebaran penyakit demam berdarah terjadi melalui nyamuk yang berkembang biak di daerah dengan banyak genangan air.
Maka dari itu, masalah kesehatan (DBD) ini harus diwaspadai. Pasalnya, DBD bisa menyebabkan pendarahan yang parah, penurunan tekanan darah, bahkan berujung pada kematian mendadak.
Dilansir dari laman halodoc.com dan kemkes, ada beberapa gejala dan ciri-ciri DBD yang perlu diwaspadai.
Di antaranya, demam tinggi mencapai 40 derajat Celcius, sakit kepala, nyeri pada otot, tulang, dan sendi, mual, muntah, rasa sakit di belakang mata, pembengkakan kelenjar getah bening, dan bintik-bintik merah pada kulit.
Lalu, gejala yang kerapkali terjadi pada penderita DBD adalah demam naik-turun. Biasanya demam akan turun sementara dan kambuh kembali, bahkan bisa lebih parah.
Hal inilah yang menyebabkan DBD sulit terdeteksi. Tak heran bila dalam beberapa kasus, gejala demam berdarah dapat memburuk dan mengancam jiwa.
Selain itu, virus tersebut juga menyebabkan penurunan jumlah trombosit pada tubuh secara drastis. Penurunan trombosit ini dapat menyebabkan gejala berikut ini.
1. Nyeri perut parah.
2. Muntah yang berlangsung terus-menerus (dalam beberapa kasus mengandung darah).
3. Pendarahan pada gusi atau hidung.
4. Urine dan tinja mengandung darah.
5. Perdarahan di bawah kulit yang ditandai dengan bintik-bintik atau memar.
6. Sesak napas.
7. Kulit terasa dingin atau basah.
8. Kelelahan.
9. Gelisah akibat ketidaknyamanan.
Jika mengalami gejala tersebut, segeralah untuk mengecek dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, alangkah lebih baik gejala dan ciri-ciri yang mengarah pada demam berdarah tidak terjadi pada diri kita maupun keluarga.
Selain gejala dan ciri-ciri demam berdarah, kita juga harus mengenali faktor risiko yang meningkatkan peluang terinfeksi penyakit DBD. Yakni, tinggal atau bepergian pada daerah tropis dan sub-tropis (Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik Barat, Amerika Latin, dan Karibia). Wilayah ini merupakan habitat nyamuk Aedes aegypti.
Kemudian, faktor lainnya yaitu pernah mengidap DBD sebelumnya, yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi kembali.
Pada dasarnya, salah satu langkah pencegahan penyakit DBD adalah vaksinasi. Para ahli kesehatan merekomendasikan vaksin ini untuk orang-orang yang berusia antara 9-45 tahun, terutama bagi mereka yang tinggal pada wilayah tropis dan sub-tropis. Pemberian vaksin terbagi menjadi tiga dosis selama 12 bulan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
