
Ilustrasi konsumsi vitamin B6./freepik/whitebearstudio
JawaPos.com - Pyridoxine atau yang juga dikenal sebagai vitamin B6, adalah nutrisi larut dalam air yang hadir secara alami dalam berbagai makanan serta dalam bentuk suplemen.
Vitamin B6, berperan sebagai katalisator untuk lebih dari seratus enzim dalam tubuh, dimana hal tersebut dapat mendukung proses pemecahan protein, karbohidrat, dan lemak, serta menjaga tingkat homosistein agar tetap normal guna menjaga kesehatan jantung dalam kondisi yang baik.
Selain itu, vitamin B6 juga membantu dalam menjaga kesehatan otak dan sistem kekebalan tubuh, hingga dapat berperan dalam melindungi diri dari paparan polusi udara.
Vitamin B6 juga berperan dalam produksi neurotransmiter dan hemoglobin, serta mendukung perkembangan otak selama kehamilan dan masa bayi.
Dilansir dari Medical News Today pada Minggu (17/3), kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan yang beragam.
Gejala yang mungkin muncul termasuk sensasi kesemutan, mati rasa, dan nyeri di tangan dan kaki yang disebut neuropati perifer.
Selain itu, kekurangan ini juga dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan gejala kelelahan, kelemahan, dan pusing. Kejang juga berpotensi terjadi dimana adanya kontraksi otot yang tidak terkendali.
Bahkan, kondisi mental seperti depresi dan kebingungan juga bisa muncul. Selain itu, kekurangan vitamin B6 juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga meningkatkan risiko infeksi.
Kekurangan vitamin B6 juga dapat memengaruhi kondisi kulit, seperti dermatitis seboroik, peradangan lidah, atau peradangan bibir juga dapat muncul.
Dalam kasus yang parah dan jarang terjadi, kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan sindrom yang mirip dengan pellagra, yang ditandai dengan peradangan kulit dan masalah pencernaan. Bahkan, dalam kasus tertentu, kekurangan tersebut bahkan bisa berlangsung seumur hidup, seperti neuropati perifer.
Vitamin B6 merupakan salah satu dari delapan vitamin B yang penting untuk mendukung fungsi sel yang tepat. Vitamin ini larut dalam air, yang berarti tubuh tidak menyimpannya dan akan mengeluarkan kelebihannya melalui urin.
Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan asupan vitamin B6 yang cukup setiap hari melalui asupan makanan, seperti kacang kuda, tahu, dan hati sapi.
Kebutuhan harian seseorang akan vitamin B6 dipengaruhi oleh berbagai faktor, karena vitamin ini memiliki peran dalam beberapa aspek metabolisme tubuh. Adapun rekomendasi untuk asupan harian vitamin B6 yakni sebagai berikut.
● Bayi usia 0-6 bulan sebanyak 0,1 mg
● Bayi usia 7–12 bulan sebanyak 0,3 mg
● Anak usia 1–3 tahun sebanyak 0,5 mg
● Anak usia 4–8 tahun sebanyak 0,6 mg
● Anak usia 9–13 tahun sebnayak 1,0 m
● Usia 14–18 tahun sebanyak 1,2 mg
● Dewasa usia 19–50 tahun sebanyak 1,3 mg
● Usia 51+ tahun sebanyak 1,5 mg
● Wanita selama kehamilan sebanyak 1,9 mg
● Wanita selama menyusui sebanyak 2,0 mg
Lalu, kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin B6?

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
