
Contoh makanan yang mengandung karbohidrat olahan tinggi./ (Standard)
JawaPos.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan mungkin berpengaruh terhadap persepsi daya tarik seseorang.
Karbohidrat olahan, yang sering ditemukan dalam makanan cepat saji dan camilan manis, mungkin lebih berdampak pada penampilan kita daripada yang kita sadari.
Artikel ini akan menggali temuan yang menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan berlebihan dapat mempengaruhi persepsi kecantikan seseorang.
Dengan mengkaji studi yang dilakukan oleh para peneliti, kita akan memahami bagaimana pola makan ini tidak hanya berisiko bagi kesehatan, tetapi juga bisa membuat kita kurang menarik di mata orang lain.
Simaklah pembahasan mendalam artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang temuan mengejutkan ini yang dilansir dari laman standard.co.uk, Sabtu (16/3).
Karbohidrat olahan, seperti tepung putih dan gula meja, sering kali diproses sedemikian rupa sehingga menghilangkan sebagian besar nilai gizinya.
Studi kecil ini menemukan adanya hubungan statistik antara jumlah karbohidrat yang dikonsumsi seseorang dengan penilaian daya tarik wajah mereka oleh anggota heteroseksual dari lawan jenis.
Menurut temuan tersebut, mereka yang mengonsumsi sarapan dengan indeks glikemik tinggi—yang mengandung karbohidrat olahan yang diketahui meningkatkan kadar gula darah—dikaitkan dengan penilaian daya tarik wajah yang lebih rendah untuk pria maupun perempuan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumsi kronis karbohidrat olahan selama sarapan dan camilan juga dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih rendah, terlepas dari faktor-faktor seperti indeks massa tubuh (BMI) dan usia.
Namun, konsumsi makanan tinggi energi pada waktu-waktu tersebut dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih tinggi.
Dalam studi yang melibatkan 104 orang dewasa pria dan perempuan Prancis, para peneliti memberikan beberapa di antara mereka sarapan dengan indeks glikemik tinggi, sementara yang lain menerima sarapan dengan indeks glikemik rendah.
Peserta juga diminta untuk menyelesaikan kuesioner untuk mengevaluasi berapa banyak karbohidrat olahan yang biasanya mereka konsumsi.
Sukarelawan heteroseksual tambahan kemudian diminta untuk menilai daya tarik wajah lawan jenis yang ditangkap dalam foto yang diambil dua jam setelah sarapan yang diberikan.
Para peneliti mencatat beberapa perbedaan hasil temuan antara jenis kelamin.
Khusus untuk camilan sore hari pada pria, asupan energi tinggi malah dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih rendah, sementara asupan glikemik tinggi dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih tinggi.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
