Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2024 | 14.40 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Konsumsi Karbohidrat Olahan Berlebihan Akan Membuat Seseorang Jadi Kurang Good Looking!

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat olahan tinggi./ (Standard) - Image

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat olahan tinggi./ (Standard)

JawaPos.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan mungkin berpengaruh terhadap persepsi daya tarik seseorang.

Karbohidrat olahan, yang sering ditemukan dalam makanan cepat saji dan camilan manis, mungkin lebih berdampak pada penampilan kita daripada yang kita sadari.

Artikel ini akan menggali temuan yang menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan berlebihan dapat mempengaruhi persepsi kecantikan seseorang.

Dengan mengkaji studi yang dilakukan oleh para peneliti, kita akan memahami bagaimana pola makan ini tidak hanya berisiko bagi kesehatan, tetapi juga bisa membuat kita kurang menarik di mata orang lain.

Simaklah pembahasan mendalam artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang temuan mengejutkan ini yang dilansir dari laman standard.co.uk, Sabtu (16/3).

Karbohidrat olahan, seperti tepung putih dan gula meja, sering kali diproses sedemikian rupa sehingga menghilangkan sebagian besar nilai gizinya.

Studi kecil ini menemukan adanya hubungan statistik antara jumlah karbohidrat yang dikonsumsi seseorang dengan penilaian daya tarik wajah mereka oleh anggota heteroseksual dari lawan jenis.

Menurut temuan tersebut, mereka yang mengonsumsi sarapan dengan indeks glikemik tinggi—yang mengandung karbohidrat olahan yang diketahui meningkatkan kadar gula darah—dikaitkan dengan penilaian daya tarik wajah yang lebih rendah untuk pria maupun perempuan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumsi kronis karbohidrat olahan selama sarapan dan camilan juga dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih rendah, terlepas dari faktor-faktor seperti indeks massa tubuh (BMI) dan usia.

Namun, konsumsi makanan tinggi energi pada waktu-waktu tersebut dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih tinggi.

Dalam studi yang melibatkan 104 orang dewasa pria dan perempuan Prancis, para peneliti memberikan beberapa di antara mereka sarapan dengan indeks glikemik tinggi, sementara yang lain menerima sarapan dengan indeks glikemik rendah.

Peserta juga diminta untuk menyelesaikan kuesioner untuk mengevaluasi berapa banyak karbohidrat olahan yang biasanya mereka konsumsi.

Sukarelawan heteroseksual tambahan kemudian diminta untuk menilai daya tarik wajah lawan jenis yang ditangkap dalam foto yang diambil dua jam setelah sarapan yang diberikan.

Para peneliti mencatat beberapa perbedaan hasil temuan antara jenis kelamin.

Khusus untuk camilan sore hari pada pria, asupan energi tinggi malah dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih rendah, sementara asupan glikemik tinggi dikaitkan dengan penilaian daya tarik yang lebih tinggi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore