
Ilustrasi vitamin B12. (freepik/pikisuperstar)
JawaPos.Com - Ada banyak alasan untuk menyempurnakan pola makan Anda dengan vitamin B3 dan suplemen.
Anda mungkin mencari opsi untuk meningkatkan vitamin B3 untuk produksi kolagen, meningkatkan kesehatan otak, atau bahkan melawan penuaan dengan bergantung pada rekomendasi dokter.
Namun seperti yang sering terjadi, Anda harus berhati-hati untuk mendapatkan terlalu banyak barang bagus khususnya suplemen vitamin B3.
Sebuah studi baru dari para peneliti di Cleveland Clinic menemukan bahwa satu suplemen dan bahan tambahan makanan yang umum, vitamin B3 (atau niasin), sebenarnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Sementara itu, penelitian ini juga dipublikasikan secara elektronik di Nature Medicine pada 19 Februari 2024 lalu, dan menghubungkan kelebihan kadar vitamin B3 dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Dilansir dari Best Life, Jumat (23/2), salah satu jenis vitamin B yakni vitamin B3 dapat memberikan efek yang kurang baik untuk tubuh apabila dikonsumsi berlebih.
Sebagai informasi, vitamin ini terdapat secara alami pada unggas, ikan, pisang, kacang-kacangan, dan makanan lainnya, namun juga ditambahkan pada tepung, sereal, roti, dan makanan olahan lainnya untuk menghindari kekurangan vitamin B3.
Baca Juga: 5 Vitamin yang Diperlukan untuk Kesehatan Rambut, Salah Satunya Vitamin B Kompleks
Terlalu banyak vitamin B3 dari suplemen, disebutkan menyebabkan pembentukan metabolit darah yang disebut 4PY, yang kemudian dapat memicu peradangan dan merusak pembuluh darah, kata Hazen kepada CBS News.
Para peneliti mengidentifikasi hal ini dengan menganalisis plasma dari 1.162 pasien dengan penyakit jantung stabil, mencari molekul yang dapat memprediksi kejadian buruk kardiovaskular (MACE) tanpa melihat faktor risiko lainnya.
“Hal yang menarik adalah bahwa jalur ini tampaknya menjadi kontributor signifikan yang sebelumnya tidak diketahui namun berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular,” Hazen, yang juga merupakan salah satu kepala bagian Kardiologi Pencegahan di Institut Jantung, Vaskular & Thoracic Klinik Cleveland.
“Terlebih lagi, kita dapat mengukurnya, yang berarti ada potensi untuk pengujian diagnostik. Wawasan ini menjadi landasan bagi pengembangan pendekatan baru untuk melawan dampak dari jalur ini,” pungkas Stanley Hazen, PhD, MD, ketua Ilmu Kardiovaskular dan Metabolik di Institut Penelitian Lerner Klinik Cleveland.
***

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
