
Ilustasi stem cell. (Freepik)
JawaPos.com – Beberapa dari kita yang sering berkutat dalam dunia kecantikan mungkin tidak asing dengan istilah stem cell. Belakangan diketahui bahwa stem cell juga memiliki peran penting dalam dunia medis atau kesehatan.
Dikutip dari ANTARA, dalam sebuah diskusi daring di Jakarta pada hari Senin, Dokter Spesialis Penyakit Syaraf RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Yetty Ramli, Sp.S(K), menjelaskan tentang stem cell dan manfaatnya terhadap kesehatan tubuh, termasuk penggunaannya dalam pengobatan penyakit otak.
Menurut dr. Yetty, stem cell adalah jenis sel punca atau sel induk yang terdapat dalam tubuh dan ada di semua bagian tubuh.
“Stem cell adalah sel punca atau sel induk yang ada di dalam tubuh dan semua bagian di tubuh kita ada stem cell,” kata dr. Yetty dalam gelaran wicara daring di Jakarta.
Fungsinya adalah untuk memperbaiki kerusakan dalam tubuh dan melakukan regenerasi, sehingga sel tubuh yang rusak dapat digantikan oleh stem cell.
Selain itu, stem cell juga memiliki sifat anti peradangan dan dapat merangsang pertumbuhan sel tubuh.
Dia juga menjelaskan bahwa saat ini, stem cell semakin banyak digunakan oleh dokter dan ahli medis dalam pengobatan berbagai penyakit, termasuk penyakit otak.
Cara kerjanya bervariasi tergantung pada jenis penyakit yang diobati. Sebagai contoh, untuk kerusakan di otak, stem cell dapat disuntikkan langsung melalui pembuluh darah di otak untuk mencapai target dengan lebih cepat.
“Cara kerjanya berbeda-beda, misalnya stem cell untuk kerusakan di otak. Kalau kita suntikkan melalui DSA, artinya langsung lewat ke pembuluh darah di otak dan lebih cepat sampainya ke otak,” kata Yetty.
Dr. Yetty juga menyebut beberapa penyakit lain yang dapat diobati dengan stem cell, seperti parkinson, cedera tulang belakang, trauma kepala, cerebral palsy, dan stroke.
Dia menyatakan bahwa pengobatan dengan stem cell dapat memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif dalam mengatasi stroke, terutama jika dilakukan pada fase akut, yaitu dalam enam bulan setelah kejadian stroke.
“Hasilnya jauh lebih cepat jika pasien ada di fase (stroke) akut. Perbaikannya dramatis sekali, hari ini kita suntik, besoknya pasien sudah kembali normal,” katanya.
Namun, dr. Yetty menekankan bahwa pengobatan dengan stem cell biasanya memerlukan beberapa kali penyuntikan dan terapi tambahan agar hasilnya maksimal.
Dia juga menyarankan agar stem cell dari sumber daya lain dipertimbangkan untuk pasien lanjut usia, karena jumlah stem cell dalam tubuh mereka biasanya lebih sedikit.
“Kalau orang-orang usia lanjut, kita lebih merekomendasikan pemberian stem cell bukan dari dirinya sendiri, tetapi diambil dari orang lain,” katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
