Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 November 2022 | 19.09 WIB

RSUP Sardjito Ungkap Variasi Penyebab Gangguan Ginjal Akut

Ruang isolasi di RSUP Sardjito Jogjakarta. Andreas Fitri Atmoko/Antara - Image

Ruang isolasi di RSUP Sardjito Jogjakarta. Andreas Fitri Atmoko/Antara

JawaPos.com – Cemaran etilena glikol (EG) dan dietilena glikol (DEG) dinilai Kementerian Kesehatan sebagai penyebab kasus acute kidney injury (AKI). Di sisi lain, hasil pemeriksaan sampel menunjukkan variasi penyebab munculnya kasus gagal ginjal akut pada anak tersebut.

Hasil pemeriksaan RSUP dr Sardjito Jogjakarta menunjukkan hal itu. Direktur RSUP dr Sardjito Eniarti menyatakan, pihaknya sejauh ini merawat 12 pasien terkait kasus AKI. Enam orang di antaranya meninggal. Enam pasien lainnya sudah sembuh. ’’Pasien terakhir yang kami pulangkan pada Kamis, 3 November. Sehingga saat ini tidak ada pasien yang dirawat," ucapnya kemarin (4/11).

Dari seluruh pasien, yang telah menjalani pemeriksaan biopsi ginjal dan pemeriksaan patogen berjumlah empat anak. Dari hasil pemeriksaan, penyebab AKI pun beragam. "Ada yang terdeteksi adenovirus, dua lainnya SARS CoV-2, influenza, dan staphylococcus," ujarnya. Yang terdeteksi adenovirus dan influenza masing-masing satu orang. Lalu, dua anak terdeteksi SARS CoV-2 dan staphylococcus.

Kemudian, penelitian toksikologi kepada tiga pasien pada 26 Oktober lalu menunjukkan, ada satu orang yang terdeteksi cemaran DEG dalam tubuhnya. ’’Etilena glikol tidak terdeteksi,’’ ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Kementerian Kesehatan M. Syahril menyatakan, setidaknya ada enam penyebab AKI. Di antaranya, infeksi. Namun, Kemenkes telah melakukan penelitian. Peneliti memilih untuk mengerucutkan pada cemaran EG dan DEG. Sebab, ditemukan banyak bukti anak AKI yang terdapat cemaran zat tersebut di dalam tubuhnya. ’’Ada yang tidak minum obat, itu bisa saja. Bisa disebabkan dehidrasi, infeksi bakteri, dan lainnya,’’ ujarnya.

Dia juga menyebutkan jumlah pasien AKI yang tercatat di Kemenkes 323 orang. Angka itu berkurang dua orang jika dibandingkan dengan paparan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR Kamis lalu. ’’Dua orang ini dikeluarkan karena tidak ditemukan penyebab yang saat ini jadi dugaan kita (AKI, Red),’’ katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore