
Ruang isolasi di RSUP Sardjito Jogjakarta. Andreas Fitri Atmoko/Antara
JawaPos.com – Cemaran etilena glikol (EG) dan dietilena glikol (DEG) dinilai Kementerian Kesehatan sebagai penyebab kasus acute kidney injury (AKI). Di sisi lain, hasil pemeriksaan sampel menunjukkan variasi penyebab munculnya kasus gagal ginjal akut pada anak tersebut.
Hasil pemeriksaan RSUP dr Sardjito Jogjakarta menunjukkan hal itu. Direktur RSUP dr Sardjito Eniarti menyatakan, pihaknya sejauh ini merawat 12 pasien terkait kasus AKI. Enam orang di antaranya meninggal. Enam pasien lainnya sudah sembuh. ’’Pasien terakhir yang kami pulangkan pada Kamis, 3 November. Sehingga saat ini tidak ada pasien yang dirawat," ucapnya kemarin (4/11).
Dari seluruh pasien, yang telah menjalani pemeriksaan biopsi ginjal dan pemeriksaan patogen berjumlah empat anak. Dari hasil pemeriksaan, penyebab AKI pun beragam. "Ada yang terdeteksi adenovirus, dua lainnya SARS CoV-2, influenza, dan staphylococcus," ujarnya. Yang terdeteksi adenovirus dan influenza masing-masing satu orang. Lalu, dua anak terdeteksi SARS CoV-2 dan staphylococcus.
Kemudian, penelitian toksikologi kepada tiga pasien pada 26 Oktober lalu menunjukkan, ada satu orang yang terdeteksi cemaran DEG dalam tubuhnya. ’’Etilena glikol tidak terdeteksi,’’ ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Kementerian Kesehatan M. Syahril menyatakan, setidaknya ada enam penyebab AKI. Di antaranya, infeksi. Namun, Kemenkes telah melakukan penelitian. Peneliti memilih untuk mengerucutkan pada cemaran EG dan DEG. Sebab, ditemukan banyak bukti anak AKI yang terdapat cemaran zat tersebut di dalam tubuhnya. ’’Ada yang tidak minum obat, itu bisa saja. Bisa disebabkan dehidrasi, infeksi bakteri, dan lainnya,’’ ujarnya.
Dia juga menyebutkan jumlah pasien AKI yang tercatat di Kemenkes 323 orang. Angka itu berkurang dua orang jika dibandingkan dengan paparan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR Kamis lalu. ’’Dua orang ini dikeluarkan karena tidak ditemukan penyebab yang saat ini jadi dugaan kita (AKI, Red),’’ katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
