Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Februari 2024 | 00.49 WIB

Kenali Perbedaan 8 Jenis Vitamin B dan Efek bagi Tubuh jika Kekurangan, Mulai dari B1 hingga B12

Ilustrasi vitamin B. Ada 8 jenis vitamin B. - Image

Ilustrasi vitamin B. Ada 8 jenis vitamin B.

JawaPos.com - Vitamin B merupakan nutrisi penting yang memainkan peran dalam banyak organ dan sistem tubuh serta membantu jalannya berbagai fungsi, termasuk membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi (metabolisme), menciptakan sel darah baru, menjaga sel kulit yang sehat, sel otak, dan jaringan tubuh lainnya.

Ada 8 jenis vitamin B yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri seperti tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niacin (vitamin B3), asam pantotenat (vitamin B5), vitamin B6, biotin (vitamin B7), folat (vitamin B9), dan vitamin B12. Secara bersama-sama, jenis-jenis vitamin B tersebut dinamakan vitamin B kompleks.

Dilansir dari Medical News Today pada Sabtu (17/2), berikut merupakan perbedaan dari masing-masing 8 jenis vitamin B tersebut, mulai dari fungsi, contoh makanan yang kaya akan vitamin tersebut, serta gejala yang akan dialami jika kekurangan vitamin tersebut.

1. Vitamin B1 (Thiamin)

Thiamin ditemukan dalam jumlah yang banyak pada jantung, hati, ginjal, dan otak yang sangat penting bagi fungsi tubuh. Thiamin berfungsi untuk menguraikan molekul gula dari makanan, pembuatan neurotransmiter tertentu, produksi asam lemak, dan sintesis hormon.

Adapun makanan yang kaya akan thiamin meliputi biji-bijian utuh, roti, sereal, pasta, trout, kerang, labu siam, kacang hitam, kedelai, dan berbagai jenis biji-bijian dan kacang-kacangan.

Sementara itu perlu untuk mengetahui beberapa gejala ketika tubuh kekurangan thiamin, meliputi penurunan berat badan, nafsu makan berkurang atau hilang, masalah ingatan, masalah jantung, kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, kehilangan massa otot, dan refleks yang buruk.

2. Vitamin B2 (Riboflavin)

Riboflavin (vitamin B2) adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk beberapa fungsi dalam tubuh seperti produksi energi, membantu tubuh dalam memecah lemak, obat-obatan, dan hormon steroid. Selain itu dapat nengubah triptofan menjadi niacin (vitamin B3), serta mengubah vitamin B6 menjadi koenzim yang dibutuhkan tubuh.

Riboflavin dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti daging organ, sereal, bubur oat, yogurt, susu, jamur, dan kacang almond. Meskipun defisiensi riboflavin jarang terjadi, orang yang memiliki gangguan endokrin atau kondisi lain tertentu berisiko mengalami defisiensi ini.

Gejala kekurangan riboflavin meliputi gangguan kulit, luka di sudut mulut, pembengkakan di mulut dan tenggorokan, bibir pecah dan bengkak, kerontokan rambut, serta mata merah dan gatal.

Kekurangan riboflavin yang parah dapat menyebabkan anemia dan katarak, sementara kekurangan riboflavin selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir. Adapun individu yang paling berisiko kekurangan riboflavin termasuk mereka yang mengikuti diet vegan, atlet yang tidak makan daging, dan wanita hamil atau menyusui yang tidak mengonsumsi produk daging atau susu.

3. Vitamin B3 (Niacin)

Tubuh mengubah niacin menjadi koenzim yang disebut nicotinamide adenine dinucleotide (NAD). Koenzim ini memiliki beberapa fungsi, seperti membantu mengubah energi dari karbohidrat, lemak, dan protein menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh, serta berperan dalam proses metabolisme, komunikasi antar sel, dan ekspresi DNA dalam sel.

Makanan yang mengandung niacin yakni meliputi makanan yang berbasis hewan seperti daging, unggas, dan ikan yang kaya akan NAD. Sedangkan makanan berbasis tumbuhan yakni seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore