
Ilustrasi bunuh diri. Dok JawaPos
JawaPos.com - Angka bunuh diri di tanah air diprediksi 4 kali lipat lebih tinggi dari yang terlapor. Sayangnya ahli kesehatan mental di tanah air masih sangat kurang.
Sementara angka upaya bunuh diri mencapai tujuh hingga 24 kali lipat dari angka kematian akibat bunuh diri. Data itu diungkap Indonesian Association for Suicide Prevention (IASP).
Project Leader and Founder Emotional Health for All (EHFA) Sandersan Onie menyebutkan, jumlah tenaga kesehatan mental di Indonesia masih minim, yakni berkisar di angka 4.400 orang saja untuk 250 juta penduduk Indonesia. Sementara itu, permasalahan kesehatan mental di Indonesia dia sebut masih cukup tinggi.
"Di Indonesia untuk masyarakat sebesar 250 - 270 juta orang, kita hanya ada psikolog dan psikiater 4400 sampai 4500. Kalau kita mau Indonesia lebih sehat, harus bermulai dan berakhir dengan kita. Tidak bisa kita hanya bergantung dengan pemerintahan, dengan organisasi," ujar Sandy, sapaannya kepada wartawan baru-baru ini.
President Indonesian Association for Suicide Prevention mengatakan ada juga angka upaya bunuh diri.
"Karena tidak semua orang yang melakukan upaya itu meninggal," jelas dia.
Di media sosial, para ahli hingga influencer sebenarnya sudah mulai membagikan topik mengenai kesehatan mental. Tapi, kata dia, masyarakat cenderung mendiskriminasi dan mengucilkan orang yang mengalami gangguan kesehatan mental.
"Masih beredar stigma seseorang dengan gangguan kesehatan mental dianggap gila atau tidak waras," jelasnya.
Akibatnya, keluarga dan korban dari gangguan kesehatan mental menjadi malu untuk mencari pertolongan profesional. Masyarakat juga masih menganggap kesehatan mental dan bunuh diri sebagai sesuatu yang tabu.
Masyarakat juga disebut masih memiliki kesalahpahaman mengenai kesehatan mental. Padahal kesehatan mental adalah aspek penting yang dapat mendorong produktivitas.
"Kesehatan mental dan bunuh diri berdampak besar pada ekonomi, dengan perkiraan biaya Rp 582 triliun per tahun dalam kematian dan hilangnya produktivitas. Sementara itu, kemajuan untuk penanganan kesehatan mental berjalan lambat," katanya.
Artinya, kesehatan mental adalah sesuatu yang harus disadari oleh masyarakat agar dapat tetap hidup produktif. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental dan memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, pihaknya akan mengadakan Indonesia Mental Health Movement "It Starts and Ends with Us" pada 29 Oktober 2022 di The Kasablanka Hall.
"Kami mengajak masyarakat untuk mulai sadar akan pentingnya memprioritaskan kesehatan mental dan mawas diri. Sebab, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kesehatan mental tidak mengenal usia, jenis kelamin, agama, ataupun status sosial," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022