Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 17.45 WIB

Bagi Penderita Ginjal Kronis, Ini Adalah Penanganan Yang Cocok!

Ilustrasi Ginjal (freepik/pch.vector) - Image

Ilustrasi Ginjal (freepik/pch.vector)

JawaPos.com - Ginjal bekerja mengatur keseimbangan cairan tubuh, elektrolit dan asam basa serta mengeluarkan sisa metabolisme tubuh (urea, kreatinin dan asam urat) dan zat kimia asing dengan cara menyaring darah yang melalui ginjal, mereabsorbsi air dan zat-zat tubuh yang dibutuhkan kembali.

Serta mensekresi kelebihannya sebagai urin Penyakit ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi setidaknya selama 3 bulan atau lebih.

Kerusakan ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dan/atau gangguan struktur pada ginjal. Laju filtrasi glomerulus (LFG) dibawah 60 mL/min/1.73 m2 menunjukan telah terjadi penyakit ginjal kronik.

Prevalensi penyakit ginjal kronik (PGK) semakin meningkat, pada tahun 2040 diproyeksikan jika PGK menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 didapatkan prevalensi Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia sebesar 0,5%.

Penyebab kerusakan ginjal pada PGK adalah multifaktorial dan kerusakannya bersifat ireversibel.

Berdasarkan penelitian ini didapatkan sebagian besar penderita PGK di Indonesia berjenis kelamin perempuan (60,3%) dan obesitas (25,4%). Komorbid tersering didapatkan yaitu hipertensi (40,8%) dan Diabetes Melitus (3,3%).2 Jika mencapai tahap akhir stadium PGK, penderita PGK akan memerlukan dialisis (cuci darah) dan transplantasi ginjal.

Dikutip dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berikut beberapa upaya pencegahan dan penanganan risiko penyakit ginjal kronik.

1. Buatlah pilihan makanan sehat

Pilihlah makanan yang sehat untuk jantung dan seluruh tubuh, seperti buah-buahan segar, sayuran segar atau beku, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak atau bebas lemak.

Makan makanan sehat, dan kurangi garam dan gula tambahan. Targetkan asupan natrium kurang dari 2.300 miligram setiap hari. Usahakan kurang dari 10 persen kalori harian berasal dari tambahan gula.

Tips untuk membuat pilihan makanan sehat:

- Masak dengan campuran bumbu sebagai pengganti garam.

- Pilih topping sayuran seperti bayam, brokoli, dan paprika untuk pizza.

- Cobalah memanggang atau memanggang daging, ayam, dan ikan daripada menggoreng.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore