
Pasien yang sudah terdiagnosis memiliki stenosis aorta derajat sedang, penyempitan akan menjadi semakin berat seiring dengan berjalannya waktu. Data menunjukan bahwa kemungkinan terjadinya keluhan seperti sesak napas bahkan sampai meninggal
JawaPos.com - Ilmuwan di Inggris menyerukan agar dunia waspada setelah 'strain pneumonia misterius' membunuh 2 orang di Argentina. Virus misterius mematikan menyerang 9 orang, 2 di antaranya meninggal. Gejalanya sesak napas berat.
Ilmuwan Inggris sedang memantau virus yang tidak diketahui di Argentina. Para ahli mengesampingkan kaitan dengan Covid, influenza, dan hantavirus.
Virus yang tidak diketahui itu telah menginfeksi wilayah barat laut Tucuman setelah 3 orang dirawat di rumah sakit.
Lalu 3 lainnya sejak itu jatuh sakit karena virus tersebut. Kini total pasien yang dirawat di rumah sakit menjadi 6 orang.
Selain itu, 2 orang yang meninggal, bersama 5 dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena virus. Semuanya bekerja di perawatan kesehatan.
Kasus virus pertama kali diidentifikasi pada 18 Agustus. Hasil lab menyebutkan penyakit itu bukan Covid, influenza, dan hantavirus, sesuai laporan Daily Star. Namun, gejala pastinya tidak diketahui publik
“Kami mengetahui wabah pneumonia yang tidak diketahui asalnya di Argentina. Kami terus memantau situasi dengan cermat ketika informasi lebih lanjut tersedia melalui penyelidikan oleh otoritas kesehatan Argentina," kata Kepala Infeksi dan Zoonosis di UKHSA, dr Katherine Russell seperti dilansir dari Mirror, Jumat (2/9).
Tim intelijen epidemi di Pusat Pengendalian Penyakit Eropa telah mengakui melacak kasus-kasus itu sejak Selasa, 30 Agustus. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memantau kasus tersebut.
Pejabat kesehatan di Argentina, bingung dengan virus baru itu. Menteri Kesehatan Tucumán Luis Medina Ruiz, mengatakan kesamaan pasien ini adalah kondisi pernapasan parah dengan pneumonia bilateral. Dalam gambar x-ray yang sangat mirip dengan Covid.
“Tapi bukan Covid seperti flu, influenza baik tipe A+ maupun B+, Hantavirus dan 25 kuman lainnya. Kami punya teknologi itu di Tucumen, yang memeriksa 25 kuman antara virus dan bakteri, semuanya dinyatakan negatif," kata Menkes Argentina.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
