Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 September 2022 | 03.59 WIB

Ahli Selidiki Sesak Napas Mematikan di Argentina, Bukan Covid Atau Flu

Pasien yang sudah terdiagnosis memiliki stenosis aorta derajat sedang, penyempitan akan menjadi semakin berat seiring dengan berjalannya waktu. Data menunjukan bahwa kemungkinan terjadinya keluhan seperti sesak napas bahkan sampai meninggal - Image

Pasien yang sudah terdiagnosis memiliki stenosis aorta derajat sedang, penyempitan akan menjadi semakin berat seiring dengan berjalannya waktu. Data menunjukan bahwa kemungkinan terjadinya keluhan seperti sesak napas bahkan sampai meninggal

JawaPos.com - Ilmuwan di Inggris menyerukan agar dunia waspada setelah 'strain pneumonia misterius' membunuh 2 orang di Argentina. Virus misterius mematikan menyerang 9 orang, 2 di antaranya meninggal. Gejalanya sesak napas berat.

Ilmuwan Inggris sedang memantau virus yang tidak diketahui di Argentina. Para ahli mengesampingkan kaitan dengan Covid, influenza, dan hantavirus.

Virus yang tidak diketahui itu telah menginfeksi wilayah barat laut Tucuman setelah 3 orang dirawat di rumah sakit.
Lalu 3 lainnya sejak itu jatuh sakit karena virus tersebut. Kini total pasien yang dirawat di rumah sakit menjadi 6 orang.

Selain itu, 2 orang yang meninggal, bersama 5 dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena virus. Semuanya bekerja di perawatan kesehatan.

Kasus virus pertama kali diidentifikasi pada 18 Agustus. Hasil lab menyebutkan penyakit itu bukan Covid, influenza, dan hantavirus, sesuai laporan Daily Star. Namun, gejala pastinya tidak diketahui publik

“Kami mengetahui wabah pneumonia yang tidak diketahui asalnya di Argentina. Kami terus memantau situasi dengan cermat ketika informasi lebih lanjut tersedia melalui penyelidikan oleh otoritas kesehatan Argentina," kata Kepala Infeksi dan Zoonosis di UKHSA, dr Katherine Russell seperti dilansir dari Mirror, Jumat (2/9).

Tim intelijen epidemi di Pusat Pengendalian Penyakit Eropa telah mengakui melacak kasus-kasus itu sejak Selasa, 30 Agustus. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memantau kasus tersebut.

Pejabat kesehatan di Argentina, bingung dengan virus baru itu. Menteri Kesehatan Tucumán Luis Medina Ruiz, mengatakan kesamaan pasien ini adalah kondisi pernapasan parah dengan pneumonia bilateral. Dalam gambar x-ray yang sangat mirip dengan Covid.

“Tapi bukan Covid seperti flu, influenza baik tipe A+ maupun B+, Hantavirus dan 25 kuman lainnya. Kami punya teknologi itu di Tucumen, yang memeriksa 25 kuman antara virus dan bakteri, semuanya dinyatakan negatif," kata Menkes Argentina.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore