Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Agustus 2022 | 12.25 WIB

Dampak Polusi dan Perubahan Iklim Picu Ancaman Penyakit

Ilustrasi lansia. - Image

Ilustrasi lansia.

JawaPos.com–Bumi makin tidak bersahabat akibat perilaku manusia terhadap alam. Dampak polusi dan perubahan iklim ternyata memicu ancaman penyakit.

Banjir, cuaca tak menentu, gelombang panas, mengancam kesehatan manusia dan meningkatkan kemungkinan kebakaran hutan. Ditambah lagi kualitas udara menunjukkan tingkat polusi yang tidak sehat.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Southern California, seperti dilansir dari Science Alert, Rabu (31/8), menunjukkan gabungan pemanasan global dan polusi udara mengancam kesehatan manusia, terutama untuk populasi rentan seperti orang dewasa yang lebih tua (lansia).

Penelitian dilakukan melaporkan 1,5 juta kematian dari 2014 hingga 2020 yang terdaftar di California. Kematian melonjak sebagai dampak 2 risiko itu.

Risiko kematian akibat gelombang panas dan pencemaran polusi udara meningkat sekitar 3 kali lebih besar. Semakin ekstrem suhu dan polusi, semakin tinggi risikonya.

Selama 10 persen teratas dari hari-hari terpanas dan paling tercemar, risiko kematian meningkat sebesar 4 persen dibandingkan dengan hari-hari tanpa ekstrem. Paling berisiko adalah orang dewasa yang lebih tua di atas usia 75 tahun. Risiko kematian meningkat lebih dari sepertiga pada hari-hari itu.

Peristiwa itu memicu stres oksidatif. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi molekul yang sangat reaktif yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, atau ROS, dan kemampuan tubuh untuk menghilangkannya.

Daftar Ancaman Penyakit

Situasi itu dikaitkan dengan penyakit paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa efek polusi udara dan panas ekstrem lebih besar ketika suhu malam tinggi dan polusi terjadi bersamaan.

Suhu malam yang tinggi dapat mengganggu tidur dan berpotensi berkontribusi pada kondisi kesehatan kronis seperti penyakit jantung dan obesitas, serta mengganggu cara tubuh mengatur suhu.

Orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih rentan terhadap efek panas yang ekstrem dan paparan polusi udara.  Sebagian karena stres itu muncul di atas kondisi kesehatan kronis terkait usia seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit paru-paru kronis.

Gangguan pengaturan suhu tubuh sebagai respons terhadap panas juga dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Orang dewasa yang lebih tua mungkin kurang bergerak. Mereka yang paling berisiko.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore