Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Agustus 2022 | 20.11 WIB

Perbaiki Nutrisi, Susu Kental Manis Bukan untuk Pengganti Susu dan ASI

Ilustrasi kental manis. - Image

Ilustrasi kental manis.

JawaPos.com - Susu kental manis, atau cukup disebut dengan kental manis, bukan tergolong susu. Kampanye itu juga diatur dalam aturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Maka, kental manis tak cocok sebagai penambah nutrisi pengganti susu atau ASI.

BPOM mengatur penggunaan produk dengan kandungan gula yang tinggi ini ke dalam PerBPOM Nomor 31 tahun 2018 tentang Label dan Pangan Olahan. Dalam kebijakan tersebut, terdapat 2 pasal yang menjelaskan bahwa kental manis adalah produk yang tidak boleh dijadikan sebagai pengganti ASI dan dikonsumsi oleh anak diawah 12 bulan, serta aturan mengenai label, iklan dan promosinya.

Dalam tantangan menurunkan angka stunting dan gizi buruk, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 persen. Masyarakat perlu diedukasi dan paham mengenai pentingnya gizi yang tepat untuk anak.

"Kami telah sejak lama melakukan edukasi gizi dan memiliki perhatian terhadap persoalan stunting dan gizi buruk. Di Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan ringan dan minuman berperisa," kata Ketua Harian Yayasan Abhipraya Indonesia (YAICI) Arif Hidayat kepada wartawan baru-baru ini.

Di Kota Langkat, Medan, ditemukan satu desa dengan sebagian besar hasil pengukuran tinggi dan berat badan balita rendah. Sebagian halita di Paya Mabar tidak diimunisasi karena orang tua beranggapan anaknya akan menjadi sakit, dan anak-anak juga tidak minum susu karena orang tua beranggapan susu dapat menyebabkan anak sakit perut.

"Yang lebih mengkhawatirkan lagi, orang tua juga tidak memperhatikan asupan anak pada saat MPASI, dan di saat anak berusia 1 tahunan, sudah dibiarkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan dari pedagang keliling,” kata Arif Hidayat.

"Contoh lain dalam paket sembako. Tadinya anak tidak mengkonsumsi kental manis. Tapi karena di dalam paket sembako yang diterima terdapat produk kental manis, akhirnya malah jadi konsumsi harian anak-anak,” kata Arif.

Selain kondisi geografis yang menyebabkan bahan pangan menjadi lebih mahal, pengetahuan masyarakat dalam mengolah bahan pangan menjadi menu yang menarik bagi keluarga minim. Salah satunya mengonsumsi kental manis sebagai pengganti susu.

“Misalnya mengolah sayur, masyarakat di sini terbiasa mengolah sayur dengan cara dibening (direbus tumis), padahal bisa dibuat sayur santan. Jadi menunya tidak beragam dan anak-anak akan bosan,” jelas PC Muslimat NU Timor Tengah Utara Sumartin.

 

Hasil Survei

 

Sebelumnya YAICI bersama PP Muslimat NU telah melakukan penelitian mengenai konsumsi kental manis pada balita di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 2020 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Maluku.

Dari penelitian ditemukan 28,96 persen dari total responden mengatakan kental manis adalah susu pertumbuhan, dan sebanyak 16,97 persen ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari. Dari hasil penelitian juga ditemukan sumber kesalahan persepsi ibu, dimana sebanyak 48 persen ibu mengakui mengetahui kental manis sebagai minuman untuk anak adalah dari media, baik TV, majalah atau koran dan juga sosial media dan 16,5 persen mengatakan informasi tersebut didapat dari tenaga kesehatan.

Temuan menarik lainnya adalah, kategori usia yang paling banyak mengkonsumsi kental manis adalah usia 3-4 tahun sebanyak 26,1 persen menyusul anak usia 2-3 tahun sebanyak 23,9 persen.

Sementara konsumsi kental manis oleh anak usia 1-2 tahun sebanyak 9,5 persen, usia 4-5 tahun sebanyak 15,8 persen dan 6,9 perseb anak usia 5 tahun mengkonsumsi kental manis sebagai minuman sehari-hari. Dilihat dari kecukupan gizi, 13,4 persen anak yang mengkonsumsi kental manis mengalami gizi buruk, 26,7 persen berada pada kategori gizi kurang dan 35,2 persen adalah anak dengan gizi lebih.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore