
Ilustrasi TBC. (Investor.id)
JawaPos.com- Adanya informasi melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes RI yaitu dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menjelaskan etika pencegahan TBC mengatakan untuk mencegah penularan TBC harus memperhatikan etika saat batuk.
Sebagai salah satu penyebab utama kematian di antara penyakit menular di seluruh dunia dan beban yang signifikan pada sistem perawatan kesehatan, tuberkulosis (TB) harus ditanggapi dengan serius.
Mengetahui cara penularan TBC dengan langkah awal mencegah penularan penyakit ini dengan adanya Bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis, menyebar ketika penderita TB mengeluarkan dahak atau cairan liur yang berisi kuman tersebut ke udara, misalnya saat batuk, bersin, berbicara, dan meludah sembarangan.
Kuman yang keluar dari batuknya penderita tuberkulosis (TBC) dapat bertahan di udara lembab yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam, bahkan berminggu-minggu.
Akibatnya, setiap orang yang berdekatan dan memiliki kontak dekat dengan pasien TB berpotensi menghirup udara yang terkontaminasi bakteri TBC.
Penjelasan mengenai penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang berpotensi serius dan umumnya menyerang paru-paru. Penyebab tuberkulosis adalah infeksi dari bakteri Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang dapat menyebar melalui kelenjar getah bening dan aliran darah ke organ tubuh manusia.
Tuberkulosis ditularkan melalui udara. Kebanyakan orang yang terkena TB tidak pernah menunjukan gejala, karena bakteri dapat hidup dalam bentuk tidak aktif pada tubuh dan dapat menjadi aktif ketika sistem kekebalan tubuh menurun.
Adanya pengobatan TBC bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri secara perlahan sehingga semakin meminimalisir risiko penularan. Pengobatan yang dilakukan meliputi konsumsi obat TBC secara teratur selama 6-12 bulan.
Menurut penjelasan yang dikutip dari website yankes.kemkes.go.id menjelaskan adanya tanda dan gejala TB ketika tubuh telah terinfeksi oleh kuman tuberkulosis, sistem kekebalan tubuh dapat mencegah kuman tersebut aktif. Berdasarkan kondisi tersebut kuman TB dapat dibagi dua jenis yaitu :

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
