
PULIHKAN HATI: Waktu pemulihan dari kesedihan berbeda-beda bagi tiap orang. Namun, bila sudah lebih dari 2-4 bulan, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. (FOTO ILUSTRASI DIPERAGAKAN MODEL - DITE SURENDRA/JAWA POS)
Tidak ada kata sebutan bagi orang tua yang kehilangan anaknya. Nukilan dalam buku bertajuk An Orphan’s Tale karya Jay Neugeboren itu seolah mampu menggambarkan betapa rasa sakitnya amat besar. Bagaimana orang tua bisa menerima dan melanjutkan hidup?
---
KEHILANGAN anak, sang buah hati, memang tidak mudah diterima begitu saja. Belum lama ini, masyarakat turut merasakan kesedihan mendalam yang dialami keluarga Ridwan Kamil akibat kehilangan sang putra, Emmeril Kahn Mumtadz, pada akhir Mei.
Tidak jarang orang tua yang mengalami hal tersebut merasa hidupnya mendadak runtuh. Rasa kesepian yang kuat dan perasaan bersalah kerap menjalari diri. Hal itu pula yang dirasakan Ratih Paramitha, 32, ibu rumah tangga asal Jakarta. Perempuan yang akrab disapa Ratih tersebut kehilangan putranya pada 2019.
Putra Ratih tiba-tiba mengalami sakit sejak berusia 3 bulan. Ratih dan suami masih optimistis menjalani pengobatan agar anaknya sembuh. Namun, takdir berkata lain. Sang putra tersayang, Raya, berpulang di usia 16 bulan. ’’Mungkin itu jawaban atas doa kami, akhirnya Tuhan nyembuhin Raya dengan cara dipanggil. Aku kadang suka merasa anak segala-galanya, padahal kan yang menciptakan yang lebih sayang,’’ kata Ratih kepada Jawa Pos Rabu (15/6).
Awalnya Ratih seperti tak percaya. Pada pekan pertama setelah putranya meninggal, dia masih sering tidur bersama selimut dan bantal anaknya. Dia merasa seperti sedang pergi bekerja di luar kota, sementara anaknya dititipkan ke neneknya. ’’Tapi, ternyata setelah tujuh hari, lalu jadi dua bulan, baru sadar bahwa anakku sudah benar-benar pergi,’’ katanya. Ratih mengaku sempat trauma hamil lagi karena khawatir calon anaknya kelak mengalami hal serupa.
Dia juga merasa kehilangan semangat hidup dan motivasi untuk bekerja. ’’Kerja jadi kayak males. Ngapain banting tulang, tapi enggak ada yang nyemangatin. Kalau ada anak kan kita mikirnya untuk biaya dia, jajannya dia,’’ ujarnya. Namun, Ratih mengaku bukan tipe orang yang ekspresif. Saat di hadapan teman-temannya, dia cenderung terlihat tegar.
Hal yang berbeda terjadi ketika dia sedang sendirian. Saat malam dia bisa menangis, bahkan sampai saat ini yang mana sudah tiga tahun berselang. ”Tapi, aku jadi mikir, anakku lihat ibunya sedih, dia ikut sedih,’’ katanya.
Kini Ratih sudah jauh lebih kuat. Dia bisa menerima kondisi yang dialaminya dengan baik berkat dukungan sang suami pula. ’’Mungkin semua ini proses, hikmahnya aku dikasih waktu berdua terus sama suami untuk jalan-jalan,’’ ujarnya.
Dari kacamata psikologi, apa yang dirasakan Ratih itu wajar terjadi. Ratna Sari SPsi MPsi Psikolog CH CHt CPNNLP selaku konselor pernikahan profesional dan konselor konflik keluarga menuturkan rasa duka yang dialami orang tua tersebut bisa berbeda-beda.
Bergantung kepada diri sendiri dan cara pemulihannya. ’’Para ahli menyebut antara dua sampai empat bulan,’’ ujar Ratna. Menurut dia, jika sudah lebih dari waktu tersebut, tapi kondisi belum juga pulih, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. Ratna menjelaskan, ada lima tahap berduka (dijelaskan lebih lanjut di grafis). Salah satunya adalah tahap depresi.
Terlalu lama terjebak dalam tahap depresi itu bisa mengarah ke gangguan kejiwaan lain yang tidak diharapkan. Misalnya, depresi berat dan skizofrenia. ’’Tidak semua orang memang bisa mengalami gangguan kejiwaan ekstrem, tapi di kondisi tertentu bisa,’’ tuturnya.
Menurut Ratna, ada beberapa tanda orang tua yang berduka harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. Salah satunya, tidak bisa membedakan antara realita dan apa yang diinginkannya. ’’Selain itu, jika tidak juga kembali menjadi produktif, itu warning keras,’’ kata Ratna.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
