Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Mei 2022 | 11.27 WIB

3 Tips Mudah Temukan Bakat Anak Demi Kesehatan Mental

Webinar bersama psikolog terkait kesehatan mental dan bakat anak. Istimewa - Image

Webinar bersama psikolog terkait kesehatan mental dan bakat anak. Istimewa

JawaPos.com–Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi yang berdampak besar bagi setiap tahap kehidupan. Sebab, menyangkut kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial.

Kesehatan mental turut membentuk bagaimana merasa, bagaimana berpikir, dan bagaimana bertindak. Akan tetapi ternyata situasi pandemi membantu orang tua menemukan bakat anak yang terpendam.

Munculnya rasa cemas, stres, dan ketidakpastian, yang berkelanjutan karena pandemi Covid-19 cukup membebani anak-anak dan remaja. Sehingga, membawa mereka pada berbagai macam permasalahan kesehatan mental.

Akan tetapi selama lebih sering berada di rumah, justru membuat orang tua lebih mudah menemukan bakat buah hati mereka. Dalam Yupi’s Got Talent 2022 untuk kedua kalinya, terungkap ternyata talenta positif anak dalam bidang seni makin mudah digali selama pandemi. Misalnya menyanyi, menari, dan lainnya, seperti story telling, gymnastic, dan bermain musik.

”Pada masa pandemi ini, orang tua diajak untuk lebih menggali lagi bakat anak-anak dan remaja Indonesia untuk berkreativitas. Sehingga menjadi peluang bagi anak-anak dan remaja agar merasa tertantang untuk menggali bakat yang ada dalam dirinya, mengekspresikan hal-hal positif, dan kreativitas mereka menjadi prestasi yang bisa dibanggakan dan menginspirasi,” kata Direktur Sales & Marketing PT Yupi Indo Jelly Gum Juliwati Husman secara virtual, Rabu (19/5).

Menurut Psikolog Yasinta Indrianti, mengenalkan anak pada minat dan bakatnya seperti investasi kebahagiaan pada masa depan. Bakat dan talenta itu ibaratnya seperti tujuan hidup.

”Saat anak sudah mengenali minat dan bakatnya, dia tahu hal-hal yang disukainya untuk masa depan,” ujar Yasinta.

Lalu bagaimana caranya menemukan bakat anak? Ini tips psikolog.


  1. Berikan Anak Kebebasan Pilihan


Orang tua yang memberikan anak kebebasan memilih umumnya sudah tahu bakat dan talenta, anak pasti tidak akan tertekan. ”Dia tahu apa yang membuatnya happy, apa pekerjaan yang ingin dilakukan yang membuat hatinya senang,” tutur Yasinta.

  1. Bimbing dan Dampingi


Penting untuk orang tua memperhatikan kesehatan mental anak. Sebab, pada dasarnya usia anak masih butuh bimbingan. Mental health itu mencakup semuanya, kesejahteraan fisik dan kesejahteraan batin.

”Jadi orang tua perhatikan sebab mental anak ini berhubungan dengan bagaimana cara kita berbicara, cara kita bertindak, dan cara kita bersikap. Terus mendampingi anak,” papar Yasinta.

  1. Salurkan Bakat Anak


Saat ini banyak berbagai wadah digital untuk anak berkreasi. Pondasi ini akan memampukan mereka berkembang dengan cara yang sehat, mampu membangun hubungan sosial yang sehat, mampu beradaptasi dengan perubahan, memaksimalkan potensi maupun talenta yang dimiliki, dan mampu menghadapi tantangan hidup.

”Oleh karena itu kesehatan mental memberikan dampak yang positif dalam membangun kesehatan psikologis, menumbuhkan rasa bahagia serta meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik,” jelas Yasinta.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore