
Ilustrasi bayi mengalami iritasi karena kulit sensitif.
JawaPos.com - Merawat bayi baru lahir merupakan momen yang membahagiakan dan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi orangtua. Beberapa minggu pertama merupakan fase yang mengagumkan sekaligus melelahkan, di mana para orang tua belajar untuk memahami bayinya. Seringkali ada pertanyaan yang muncul terkait cara merawat bayi yang tepat salah satunya soal kulit si kecil.
Kulit bayi lebih sensitif. Apalagi bagi bayi yang baru lahir. Dalam webinar bersama PT Johnson & Johnson Indonesia melalui JOHNSON'S® bertema Newborn 101: Kupas Tuntas Perawatan Bayi Baru Lahir, Dokter Spesialis Anak dr. Miza Afrizal, Sp.A memberikan beberapa tips merawat kulit bayi baru lahir. Ia mengatakan perawatan bayi baru lahir yang baik akan menjadi landasan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak nantinya.
"Selain itu, masa-masa ini juga menjadi penentu untuk terbentuknya hubungan orang tua dengan anak yang penuh kasih sayang," katanya baru-baru ini.
Dokter kulit dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV menjelaskan pentingnya merawat kulit bayi dan berbagi tips perawatannya. Bagaimana cara yang aman?
1. Jangan Ganggu Keseimbangan Flora Kulit
Jadi sebenarnya kulit bayi memiliki karateristik yang berbeda dengan kulit orang dewasa baik dari struktur maupun komposisi kulitnya. Kulit bayi sendiri memiliki lapisan stratum corneum yang 30 persen lebih tipis dengan komposisi Natural Moiturizing Factor (NMF) yang lebih rendah dibandingkan dengan kulit orang dewasa.
Hal ini menyebabkan kulit bayi baru lahir lebih kering. Hidrasi kulit bayi akan mengalami peningkatan dengan bertambahnya usia bayi dan mencapai puncaknya pada usai 3-12 bulan. Oleh karenanya, perawatan kulit si Kecil penting sekali untuk menjaga kelembapan kulitnya.
“Nah bagaimana cara yang tepat merawatnya? Di tubuh, kita memiliki mikroorganisme (bakteri, jamur, virus) baik atau yang kita namakan flora kulit normal (skin microbiome).
"Sehingga, penggunaan produk untuk bayi harus menggunakan bahan-bahan yang cocok digunakan untuk bayi dan tidak menggangu keseimbangan flora normal kulit si Kecil," jelasnya.
2. Pilih Produk Bersifat Hypoallergenic
Oleh karena itu sebaiknya gunakan produk-produk yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi, bersifat hypoallergenic karena dapat mengurangi risiko alergi dan iritasi pada kulit bayi.
3. Jaga Kelembapan
Dan pilihlah pembersih yang lembut di mata bayi dan menjaga kelembapan kulit si Kecil. Misalnta lebih creamy dan milky karena mengandung dua kali lebih banyak protein susu, diperkaya dengan ekstrak beras dan vitamin E, C & pro Vitamin B5 serta mineral untuk menutrisi, melembapkan dan melindungi kulit bayi yang masih berkembang sehingga akan memberikan perlindungan optimal terhadap risiko kerusakan mikro kulit, yang merupakan kerusakan pada kulit yang tidak terlihat oleh mata, di mana umumnya berhubungan dengan kekeringan dan paparan yang dapat menyebabkan risiko iritasi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
