Logo JawaPos

Kemenkes Targetkan 8,4 Juta Anak Terimunisasi Polio

PROTEKSI EFEKTIF: Pemberian vaksin polio tetes pada bayi. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata mampu memutus mata rantai penularan polio. Foto merupakan ilustrasi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

PROTEKSI EFEKTIF: Pemberian vaksin polio tetes pada bayi. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata mampu memutus mata rantai penularan polio. Foto merupakan ilustrasi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tangisan keras salah seorang siswa terdengar di ruang UKS TK/KB Petra 9 Surabaya kemarin (15/1). Rupanya, dia menolak diimunisasi polio oleh drg Rahmat Adi Prayitno PW MKes dari Puskesmas Siwalankerto, Surabaya. ”Gapapa ini manis kok, manis rasanya,” ucap Rahmat meyakinkan.

Setelah dua tetes, si kecil langsung berhenti menangis dan malah minta lagi. ”Lho sudah, nggak boleh kebanyakan,” jawab Rahmat, kemudian terkekeh bersama para guru.

Mulai kemarin Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur dimulai. Putaran pertama dilakukan hingga sepekan ini. Lalu, dilanjutkan pada putaran kedua yang rencananya dilakukan pada 19 Februari nanti. Diharapkan sasaran vaksinasi itu bisa tercapai.

Seluruh daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur serentak melakukan Sub PIN Polio. Sementara di Jogjakarta, hanya Kabupaten Sleman yang mendapatkan vaksinasi polio. Adanya Sub PIN Polio itu merupakan rentetan dari temuan anak di Klaten, Jawa Tengah; dan Sampang, Jawa Timur; yang mengalami lumpuh layuh dan hasil laboratorium menunjukkan adanya positif polio.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan ada 8,4 juta anak usia 0 sampai 7 tahun di wilayah pencanangan Sub PIN Polio yang divaksin. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rondonuwu mengatakan, jenis vaksin yang akan digunakan pada Sub PIN Polio kali ini Novel Oral Polio Vaccine Tipe 2 (nOPV2).

Dia menyebut vaksin itu merupakan generasi terbaru. Cara pemberiannya melalui oral dengan ditetes sebanyak dua kali. ”Imunisasi bisa didapatkan masyarakat secara gratis di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, puskesmas pembantu atau posyandu, dan satuan pendidikan seperti PAUD, TK, SD/sederajat, serta pos imunisasi lainnya,” katanya.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unair Prof dr Ismoedijanto SpA(K) mengungkapkan, nOPV2 sudah aman pada uji klinis satu dan tiga. ”Ini vaksin yang dapat mengunci virus dalam berbiak,” katanya. (lyn/omy/dya/za/ata/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore