Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Februari 2022 | 17.04 WIB

FKUI Temukan Sistem Untuk Tentukan Kondisi Pasien Covid-19 di RS

Seorang pasien Covid-19 dipindahkan dari puskesmas. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Seorang pasien Covid-19 dipindahkan dari puskesmas. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com - Tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) menemukan sistim skoring atau penentuan indikasi untuk menilai kondisi pasien Covid-19 saat dirawat di RS. Hal itu untuk menentukan prioritas kebutuhan layanan kesehatan pada pasien rawat inap.

Tim multidisiplin dari Indonesia berusaha menyusun sendiri sistem skor prognostik (kondisi) yang lebih ‘bersahabat’ bagi layanan kesehatan di Indonesia. Tim peneliti dari FKUI-RSCM, yang merupakan kolaborasi dari ahli epidemiologi klinik, dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam serta dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan dan kepala-leher (THT-KL) yang berasal dari RSCM, RSUD Cengkareng, RS Islam. Penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam jurnal Acta Medica Indonesiana pada bulan Oktober 2021 silam.

Sebagai landasan untuk merancang skor tersebut, para dokter dalam tim telah berhasil mengumpulkan sebanyak 1048 data pasien yang tersebar di lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta. Dari data-data pasien tersebut, tim peneliti berusaha mencari faktor-faktor apa saja yang paling besar pengaruhnya dalam menaikkan risiko kematian pada pasien Covid-19.

Faktor-faktor tersebut didapatkan melalui wawancara pasien (anamnesis), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium khusus.Pemeriksaan yang dilakukan pun relatif praktis dan tidak memerlukan fasilitas yang terlalu canggih. Untuk selanjutnya, sistem skor prognostik baru ini diharapkan mampu diterapkan dalam skala yang lebih luas.

"Skor ini sudah didesain sedemikian rupa agar tetap bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang terbatas sekalipun," kata Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam kepada JawaPos.com, Selasa (15/2).

Cukup dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan tes darah sederhana, para tenaga kesehatan di lapangan sudah mampu membagi pasien Covid-19 berdasarkan peluang terjadinya kematian selama rawat inap. Dengan demikian, penentuan prioritas layanan kesehatan juga diharapkan akan semakin optimal.

4 Tingkatan Kondisi Pasien Covid-19

Sementara itu menurut Satgas Covid-19 terdapat empat tingkatan kondisi pasien Covid-19. Dengan mengetahui tingkatan keparahan pasien, dapat menjadi penentu keputusan apakah pasien perlu dirawat di RS atau tidak.

OTG

Pada OTG, tidak ditemukan adanya gejala klinis pada orang positif Covid-19. Dalam hal ini, testing satu-satunya cara memastikannya. Untuk tingkatan ini, disarankan berkala bagi masyarakat dengan mobilitas dan interaksi tinggi dengan orang lain. Dan yang terpenting, jika merasa sehat tetap harus disiplin protokol kesehatan.

Gejala Ringan

Ada gejala ringan tanpa sesak napas atau penurunan saturasi oksigen. Biasanya dapat ditemukan gejala salah satu atau lebih seperti demam, batuk, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, diare, mual, muntah, tidak mampu mencium bau, serta lidah tidak mampu merasakan makanan.

Gejala Sedang

Gejala sedang yaitu yang bergejala disertai sesak napas dan napas cepat, namun saturasi oksigennya masih berada diatas 93 persen.

Gejala Berat

Pada gejala berat, orang yang terkonfirmasi positif mengalami sesak napas, napas cepat, dan ditambah minimal salah satu dari gejala seperti frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit, gangguan pernapasan berat, dan saturasi oksigen kurang dari 93 persen.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore