Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 16.35 WIB

Berani Bongkar Kandungan Gizi pada Makanan Sehat yang Ternyata Tidak Sesuai, Content Creator Ini Dibela dr. Tirta

dr. Tirta tanggapi konten naktekpang atau Dennis / instagram @naktekpang & @dr.tirta - Image

dr. Tirta tanggapi konten naktekpang atau Dennis / instagram @naktekpang & @dr.tirta

JawaPos.com – Beberapa saat lalu, salah satu content creator dengan username @naktekpang atau Dennis, membuat konten uji lab untuk membuktikan kebenaran kandungan gizi pada produk makanan dan minuman.

Awalnya, content creator tersebut iseng menguji kandungan pada salah satu minuman soda terkenal, yang ternyata tidak sesuai dengan tulisan dalam kemasannya.

Kandungan gula asli dalam minuman ternyata lebih rendah dari yang tertera.

Mengetahui hal itu, Dennis berpendapat itu adalah hal baik mengingat kandungan gula yang banyak berbahaya bagi kesehatan.

Lalu, Dennis pun penasaran tentang bagaimana jika kandungan protein atau gizi dalam produk makanan dan minuman yang memiliki klaim sehat.

Dia akhirnya melakukan uji pada beberapa produk makanan sehat untuk melihat kesesuaiannya.

Hasilnya, banyak dari produk makanan ‘sehat’ yang justru mencantumkan kandungan yang tidak sesuai pada kemasannya.

Diantaranya justru memiliki kandungan gula yang lebih banyak, serat yang lebih sedikit, dan bahkan ada yang menulis protein 22 gram namun ketika diuji hanya sekitar 2 gram saja.

Dennis sendiri adalah content creator yang kerap membuat konten tentang eksperimen dan percobaan ilmiah, dia diketahui mengambil pendidikan Teknik Pangan.

Konten tersebut pun menuai banyak respon positif dari warganet. Beberapa mengucapkan terima kasih karena merasa telah diedukasi dan beberapa yang lain memuji sikap Dennis yang ‘Berani speak up’.

Namun ada juga yang berkomentar kalau konten tersebut hanyalah iklan atau endorsement, dilakukan atas permintaan brand kompetitor dari produk yang ditampilkan.

Ada juga yang mengatakan bahwa konten seperti itu hanya akan menjatuhkan merk-merk tertentu.

Padahal dalam videonya, Dennis telah menutupi nama produk pada kemasannya. Dia juga tidak menyebut nama merknya.

Dennis juga menjelaskan kalau ada ketentuan dalam BPOM yang memungkinkan produk untuk menulis perbedaan kandungan gizi dengan toleransi perbedaan sebesar 20%.

Menanggapi hal tersebut, dr. Tirta akhirnya memberikan pembelaan melalui video di channel youtubenya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore