Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 23.07 WIB

Sebabkan Kematian Mendadak, Penyakit Gerd Perlu Diwaspadai Karena Punya 'Seribu Wajah'

Ilustrasi penderita GERD. Pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka bisa membantu penderita asam lambung dalam menjalani puasa. (Everyday Health)


JawaPos.com - Penyakit gerd mulai sering terjadi di masyarakat. Penyakit ini sempat disama-samakan dengan penyakit maag. Namun sejatinya ia berbeda karena mempunyai kompleksitas gejala yang tidak sama dengan penyakit maag. 

dr. Ulfa Kholili, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam yang merupakan konsultan gastroenterologi-hepatologi mengatakan, penyakit gerd perlu diwaspadai karena ia memiliki 'seribu wajah'. 

Dalam arti, keluhan yang dirasakan penderitanya bisa bermacam-macam menyerupai dengan penyakit lain. Misalnya saja mengalami nyeri pada bagian dada mirip dengan penyakit jantung. Penyakit gerd juga dapat mengakibatkan sesak nafas, pengap, mirip dengan penyakit jantung koroner.

Diceritakan lebih lanjut oleh dr. Ulfa Kholili, ada juga pasien yang datang ke dokter paru-paru karena mengalami keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh. Ada juga ada pasien datang ke dokter THT karena ada keluhan bagian kerongkongan seperti tersedak sesuatu hingga terasa tercekik di tenggorokan.

Bahkan ada yang sampai datang ke dokter syaraf dengan keluhan sakit kepala seperti migrain, susah tidur atau insomnia. Padahal mereka mengalami penyakit gerd.

dr. Ulfa Kholili mengungkapkan, apabila ada yang mengalami sejumlah gejala seperti di atas, sebaiknya menghadapinya dengan tenang tidak perlu panik. Cara terbaik untuk memastikannya adalah dengan mendatangi rumah sakit terdekat melakukan pemeriksaan lebih lanjut supaya dapat dilakukan observasi penyebab pastinya.

"Apabila pasien merasakan sesak nafas atau nyeri jantung, jangan panik terlebih dahulu. Segera datang ke IGD atau rumah sakit terdekat untuk di check. Karena belum tentu gejala yang dirasakan adalah penyakit jantung," tutur dr. Ulfa Kholili kepada JawaPos.com Jumat (22/12).

Namun apabila situasinya tidak memungkinkan untuk mendatangi rumah sakit karena terbatasnya layanan kesehatan atau yang lainnya, menurut sang dokter, cara paling mudah untuk mengetahui apakah gerd atau penyakit lain, dengan cara membeli dan mengonsumsi obat lambung.

"Kalau gejalanya mereda maka dapat dinyatakan bahwa yang dialami adalah gejala asam lambung naik. Apabila gejala tidak kunjung reda, maka bukan gerd penyebabnya, dan sebaiknya disegerakan mencari layanan kesehatan untuk periksa," jelasnya.

Penyakit gerd atau asam lambung naik bisa dipicu oleh sejumlah faktor. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, stres, infeksi helicobacter pylori, dan lain lain.

Menurut dr. Ulfa Kholili, mengonsumsi makanan pedas juga dapat memicu timbulnya penyakit gerd."Mungkin untuk rentang usia tertentu kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas tidak akan menimbulkan keluhan yang signifikan. Namun apabila memasuki usia tertentu, akan ada keluhan yang timbul dikarenakan kemunduran fungsi organ,"jelasnya.

Selain itu, lanjut dr. Ulfa Kholili, penggunaan obat-obatan anti nyeri atau pelancar darah dalam kurun waktu yang cukup lama juga berpotensi menimbulkan penyakit gerd. Terutama bagi orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut.

Sempat beredar kabar bahwa penyakit gerd dapat menyebabkan kematian. Benarkah demikian ? Terkait hal tersebut, dr. Ulfa Kholili, yang sampai saat ini juga menjadi dosen di FK UNAIR Surabaya, Jawa Timur, menyatakan bahwa penyakit gerd tidak sampai mengakibatkan kematian.

"Penyakit gerd tidak menyebabkan kematian, namun sangat mengganggu sekali bagi pasien. Karena tampak luar pasien gerd susah dideteksi. Namun bagi pasien gerd merasakan mual, pusing nggak bisa tidur, bahkan merasakan sesak napas," paparnya. 
 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore