Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2023 | 23.22 WIB

Benarkah Ganja Merusak Kualitas Sperma? Para Penelitian Ungkap Faktanya

Tanaman ganja (Pixabay)


JawaPos.Com - Benarkah mengonsumsi ganja menjadi salah satu kebiasaan yang bisa merusak kualitas sperma?

Ya, salah satu kebiasaan yang bisa merusak kualitas sperma adalah gaya hidup yang tidak baik, dan seperti yang kita ketahui, mengonsumsi ganja adalah tindakan yang cukup merugikan banyak orang.

Tak hanya kualitas sperma, ganja juga bisa mempengaruhi berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Dilansir dai laman Mirror, Minggu (17/12), legalisasi ganja atau marijuana yang diklaim banyak manfaat masih menjadi polemik di berbagai negara.

Belum lama ini, penelitian terbaru mengungkap bahwa ganja berpengaruh besar bagi kesuburan pria.

Melalui sebuah studi baru oleh para peneliti dari Duke University, Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat (AS), telah menemukan bahwa pria yang mengisap ganja memiliki jumlah sperma yang lebih rendah.

Tentu saja hal ini dikatakan sebagai masalah kesuburan yang mengkhawatirkan.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sperma pria yang telah merokok ganja setidaknya setiap minggu selama enam bulan sebelumnya.

Untuk dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan marijuana dalam enam bulan terakhir, atau tidak lebih dari 10 kali pemakaian dalam hidup mereka.

Dari perbandingan tersebut, analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi Tetra Hidro Cannabinol (THC) dalam urine pria, semakin rendah jumlah sperma, dan semakin terlihat perubahan genetik pada sperma mereka.

Dr Susan Murphy yang memimpin penelitian mengatakan, berdasarkan temuan itu, para peneliti menyarankan bahwa pria harus berhenti merokok ganja setidaknya selama enam bulan sebelum mencoba membangun sebuah keluarga dan bertujuan ingin memiliki buah hati.

"Dengan tidak adanya studi definitif yang lebih besar, saran terbaik adalah menganggap perubahan ini akan terjadi di sana. Kami tidak tahu apakah akan permanen. Saya mengatakan sebagai tindakan pencegahan, berhenti menggunakan ganja setidaknya selama enam bulan sebelum ingin memiliki buah hati," katanya.

Sekadar informasi, THC adalah bahan kimia yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek psikologis ganja.

Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), zat tersebut bertindak seperti bahan kimia cannabinoid yang dibuat secara alami oleh tubuh.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore