Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 16.00 WIB

Kenali Bahaya dan Dampak Buruk Sodium Lauryl Sulfate, Pilihan Terbaik Lindungi Kelembapan Kulit Si Kecil

lustrasi kulit bayi sangat rentan dengan produk yang mengandung sodium lauryl sulfate. (Freepik) - Image

lustrasi kulit bayi sangat rentan dengan produk yang mengandung sodium lauryl sulfate. (Freepik)

JawaPos.com - Saat ini banyak sekali produk perawatan tubuh dan pembersih yang mengandung sodium lauryl sulfate atau yang lebih dikenal dengan sebutan SLS.

Meski sering digunakan karena kemampuannya untuk membersihkan dan menghasilkan busa, namun SLS berbahaya bagi kulit bayi.

''Biasanya digunakan dalam produk-produk perawatan tubuh dan pembersih karena mampu membersihkan berbagai kandungan minyak dan air,'' ujar dokter spesialis anak, Dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A.

Dilansir dari Radar Jogja pada Kamis (14/12), SLS memiliki kemampuan membersihkan dan membentuk busa yang melimpah, serta mampu menyatukan bahan yang sulit bercampur.

Ketika minyak dan air sulit untuk bercampur, inilah saat SLS berperan menyatukan keduanya.

''Banyak produk perawatan bayi yang masih mengandung SLS, seperti shampoo, sabun, deterjen, dan pasta gigi. Masih banyak produk lain yang mengandung SLS,” terang Debby.

SLS dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi, menghilangkan kelembapan kulit, dan membuatnya kering, sehingga dapat merusak lapisan minyak pada kulit bayi yang sensitif.

Jika lapisan minyak pada kulit bayi rusak akibat penggunaan produk yang mengandung SLS, risiko terjadinya eksim, alergi, iritasi, dan kerusakan lapisan minyak semakin besar.

“Akibat penggunaan produk yang mengandung SLS, kelembapan kulit bayi akan hilang. “

“Lapisan minyak pada kulit bayi merupakan salah satu lapisan perlindungan, sehingga jika perlindungan ini hilang, bayi dapat dengan mudah terkena iritasi atau infeksi dari luar,” ungkapnya.

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret ini menjelaskan bahwa SLS untuk kulit bayi dan kulit dewasa memiliki perbedaan.

Kulit bayi dan kulit anak pun berbeda, apalagi dibandingkan dengan kulit dewasa.

Anak yang berusia di bawah 5 tahun memiliki kulit yang lebih sensitif daripada kulit dewasa. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk yang tidak mengandung SLS.

Kulit anak di bawah usia 5 tahun sangat sensitif, dengan lapisan terluarnya hanya mencapai 40 hingga 60% dibandingkan dengan kulit orang dewasa.

Hal ini menunjukkan seberapa sensitifnya kulit anak di bawah usia 5 tahun, sehingga perlu memperhatikan produk perawatan yang tidak mengandung SLS.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore