Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 18.51 WIB

Penyakit Gagal Ginjal di Indonesia Nyaris Tembus Satu Juta Kasus

Ilustrasi Terkait Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal (advancedurology.com) - Image

Ilustrasi Terkait Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal (advancedurology.com)

 
JawaPos.com - Sejumlah kasus penyakit tidak menular masih menjadi ancaman serius masyarakat Indonesia. Selain penyakit jantung, kasus gagal ginjal juga menjadi penyakit tidak menular yang cukup tinggi angka kejadiannya. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan angka prevalensi gagal ginjal di Indonesia mencapai 739.208 jiwa. 
 
Perkembangan kasus gagal ginjal itu dikupas dalam Simposium Uro-Nefrologi yang diselenggarakan oleh Siloam Hospitals grup melalui Siloam Hospitals ASRI. Sejumlah pakar kesehatan ginjal hadir dalam kegiatan ilmiah ini. Mereka saling bertukar wawasan dalam bidang medis uro-nefrologi, sekaligus memperkenalkan pelayanan uro-nefrologi yang bisa dilakukan di Indonesia. 
 
Pada simposium itu dijelaskan, menurut data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2020, prevalensi gagal ginjal di Indonesia tercatat sebanyak 3,8 persen atau sekitar 739.208 jiwa. Sementara itu, prevalensi penyakit batu ginjal di Indonesia adalah 0,6 persen atau 6 per 1.000 penduduk. 
 
 
Di tengah tingginya kasus gagal ginjal dan batu ginjal itu, metode perawatan kesehatan dalam bidang urologi dan nefrologi terus berkembang. Baik di tingkat global maupun nasional. Di Indonesia sendiri, beberapa metode perawatan terbaru untuk urologi dan nefrologi. Seperti transplantasi ginjal, Robotic Biopsy, Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Ureteroscopy (URS), dan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL).
 
Managing Director Siloam Hospitals Group Caroline Riady, menjelaskan bahwa simposium hari ini diharapkan menjadi wadah berbagai ilmu soal uro-nefrologi. Selain itu dapat memperkuat kolaborasi para dokter dan meningkatkan mutu pelayanan urologi nefrologi di Indonesia.
 
"Melalui kegiatan simposium ini kesempatan yang berharga untuk mendalami pengetahuan dan berbagi pengalaman mengenai betapa pentingnya ginjal dan saluran kemih untuk tubuh," jelas Caroline dalam keterangannya Selasa (12/12). 
 
Menurut dia saat ini sudah terlihat pencapaian signifikan pada lingkup transplantasi ginjal. Capaian ini membawa dampak yang besar di dunia medis. Terlebih lagi, layanan terkait uro-nefrologi sudah banyak yang bisa dilakukan di Indonesia dengan standar internasional. 
 
"Kami berharap dengan dibawakannya topik-topik ini, para dokter di Indonesia dapat mengetahui ilmu yang lebih dalam," kata dia. Sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan kemampuan mereka. Baik dalam memberikan diagnosa maupun metode pengobatan yang tepat untuk para pasien.
 
Selain itu pelayanan transplantasi ginjal merupakan terobosan teknologi dan kemajuan ilmiah yang tidak hanya menjadi pilihan hidup. Tetapi juga lambang harapan hidup yang lebih panjang untuk quality of life yang lebih baik lagi," tutur Caroline Riady. Perkembangan pelayanan kepada pasien ginjal itu, telah menghasilkan 313 pelayanan transplantasi ginjal oleh Siloam ASRI. Caroline mengungkapkan pelayanan urologi dan nefrologi sudah menjadi prioritas Kementerian Kesehatan, para profesor, dan para ahli medis. 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore