
Buah sirsak
Nama sirsak berasal dari kata Belanda zuurzak yang berarti kantong asam. Penyebab rasa itu antara lain karena kandungan vitamin C yang melebihi kebutuhan harian orang dewasa. Itu mengindikasikan manfaatnya sebagai antioksidan untuk menjaga kesehatan sel. Jadi, sesuai dengan penggunaannya secara turun-temurun sebagai antikanker, yang sudah banyak mendapat dukungan penelitian ilmiah. Studi ilmiah meyakini sirsak dalam membantu mengatasi gangguan kesehatan akibat penyakit kronis.
---
HAMPIR semua bagian tanaman sirsak sudah digunakan secara tradisional untuk tujuan kesehatan. Termasuk akar, kulit batang, daun, buah, dan bahkan bijinya.
Sirsak dikenal dengan banyak nama, antara lain guanabana, pawpaw, graviola, dan custard apple hingga nangka Belanda. Selain rasa masam seperti perpaduan mangga dan nanas, sirsak mudah dikenal dari baunya yang khas.
Buahnya mudah dikenal melalui kulit yang berwarna hijau, dipenuhi tonjolan seperti duri pendek. Tekstur daging buah lunak berwarna putih dengan ukuran buah yang cukup besar.
Karena itu, walaupun berkalori rendah, biasanya buah dikonsumsi setelah dibagi dua sampai tiga bagian. Karena berkaitan dengan tingginya kandungan gula sekitar 70 persen pada daging buah.
Kandungan glukosa dan fruktosa lebih kurang 90 persen sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
Tanaman asal Annona muricata dari suku Annonaceae. Pohon tinggi mencapai 10 meter, daun berbentuk lebar pada bagian dasar, dan menyempit ke arah pucuk. Bagian atas daun mengilap dengan warna hijau gelap.
Berasal dari Amerika Tengah, pohon sirsak saat ini sudah bisa dijumpai secara luas di kawasan tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika. Karena itulah, informasi pemanfaatan sirsak untuk kesehatan sangat luas.
Melalui studi etnobotani (pemakaian tanaman secara turun-temurun), ada pemakaian sirsak untuk mengatasi infeksi jamur dan bakteri, antihipertensif, antiradang, hingga antikanker. Juga ada pengalaman pemakaian sebagai antidiabetes, mengatasi gangguan kulit, dan malaria.
Luasnya pengalaman pemakaian juga sudah mulai didukung hasil penelitian ilmiah. Termasuk sebagai antikanker, antidiabetes, antibakteri, antiradang, dan antioksidan.
Riset pada zat kandungan sirsak sudah menemukan keanekaragaman kandungan, termasuk berbagai zat bioaktif. Seperti asetogenin, alkaloid coreximine, dan reticuline, flavonoid (kuersetin), minyak atsiri, vitamin, karotenoid, amida, dan siklopeptida.
Asetogenin menjadi zat kandungan terbanyak, antara lain annomuricin dan annonacin. Kandungan mineralnya meliputi kalium, kalsium, natrium, tembaga, zat besi, magnesium, fosfor, natrium, magnesium, kalium, dan zinc. Ada juga kandungan vitamin B1, B2, B3, folat, dan serat.
Antikanker
Beberapa tahun lalu beredar kabar tentang manfaat rebusan daun sirsak untuk mengatasi kanker pada wanita, termasuk kanker payudara dan rahim. Penelitian sebagai antikanker memang sudah banyak dilakukan. Percobaan antara lain menggunakan ekstrak akar dan daun untuk bermacam-macam sel kanker. Termasuk kanker kolon, rahim, payudara, prostat, dan endometrium.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
