Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 19.26 WIB

Dokter Sebut Vaksinasi dan Jaga Jarak Bantu Cegah Anak Terinfeksi Mycoplasma Pneumonia

ILUSTRASI: Pakai masker. (Pexels)

JawaPos.com – Dokter spesialis pulmonologi dan respirasi paru RS Permata Cibubur, dr. Januar Habibi, B.Med.Sc, Sp.P, mengatakan bahwa ada dua cara untuk mencegah anak terinfeksi Mycoplasma Pneumonia, yaitu dengan rutin vaksinasi dan jaga jarak dengan yang sakit.

“Vaksinasi, menjaga jarak dengan orang yang sakit, tidak bepergian ketika sakit, datang ke dokter dan mendapatkan perawatan jika dibutuhkan,” terang Januar.

Dikutip dari Antara, Januar mengatakan jika Mycoplasma Pneumonia menyebar dari orang ke orang melalui droplet di udara ketika seseorang batuk atau bersin.

Umumnya, Mycoplasma Pneumonia tidak hanya menyerang anak-anak usia sekolah, tetapi juga orang dewasa.

Karena itu, untuk mencegah penyakit tersebut perlu diterapkan kembali protokol kesehatan, seperti memakai masker dengan ukuran yang sesuai atau tidak kebesaran.

Selain itu, menjaga ventilasi udara tetap baik dan makan makanan bergizi juga menjadi cara terbaik mencegah berbagai infeksi bakteri, seperti Mycoplasma Pneumonia.

“Pastikan kembali kualitas ventilasi udara yang baik, cuci tangan dengan rutin, mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang,” kata Januar.

Gejala yang dimiliki Mycoplasma Pneumonia hampir sama dengan COVID-19, yaitu infeksi yang menyerang sistem pernapasan yang mengakibatkan batuk, demam, dan sesak nafas.

Gejala itu juga bisa diperkuat dengan temuan abnormal saat melakukan rontgen dada dan pengambilan foto toraks.

Januar mengatakan bahwa vaksinasi penguat COVID-19 yang masih tersedia sekarang tidak secara langsung berhubungan dengan pencegahan infeksi Mycoplasma Pneumonia.

Sesuai arahan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala pneumonia oleh bakteri mycoplasma umumnya lebih ringan dan dapat diobati dengan antibiotika.

Kementerian Kesehatan sedang menindaklanjuti enam laporan Mycoplasma Pneumonia di Jakarta dengan mengadakan penyelidikan epidemiologi untuk memutus penularan penyakit tersebut pada masyarakat.

Enam kasus di Jakarta itu dialami oleh pasien dengan rentang usia 3 sampai 13 tahun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore