Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 23.40 WIB

Psikolog Ungkap Seorang Anak yang Kecanduan Gawai Berisiko Alami Gangguan Mental hingga Narsistik

ILUSTRASI: Anak yang kecanduan gawai (PEXELS) - Image

ILUSTRASI: Anak yang kecanduan gawai (PEXELS)

JawaPos.com ­– Kecandian gawai pada anak ternyata tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, namun juga psikis.

Belum lama ini sosok psikolog anak dan keluarga di Lembaga Psikolog Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) yakni Irma Gustiana Andriani, S.Psi., M.Psi., Psi buka suara.

Dilansir dari Antara, Rabu (29/11), Irma Gustiana Andriani mengatakan jika seorang anak terlalu sering atau kecanduan menggunakan gawai dapat berisiko alami gangguan mental.

Anak yang terlalu sering terpaku dengan gawai menurut penelitian itu berpotensi menyebabkan kecemasan, depresi tingkat awal, perasaan tidak berdaya, hingga gangguan mental narsistik,” terang Irma. 

Irma menyebutkan jika risiko gangguan mental tersebut dapat muncul apabila mereka terus-menerus bermain dengan gawai tanpa diimbangi adanya aktifitas fisik dan kurang bermain interaktif secara langsung. 

Menurutnya, aktifitas pasif anak yang terhubung dengan alat teknologi canggih dapat menyebabkan anak menjadi kurang terlibat dengan dunia luar, bahkan dapat berisiko menjadi sulit untuk mengeskpresikan perasaannya. 

Hal ini pun senada dengan penelitian dari Boston College dari seorang profesor psikologi Amerika, Dr. Peter Gray, yang menyebutkan bahwa sesi “bermain” anak yang terjadi di tahun-tahun awal dan selama sekolah dasar hingga menengah memiliki dampak yang besar terhadap tumbuh kembangnya. 

Dampak dari ponsel pintar dan media sosial merupakan yang paling besar.

Namun, ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan, seperti memperkenalkan anak akan pentingnya alam, hingga mengembangkan rasa perwujudan dan mendorong kemandirian setiap anak melalui pola pikir berkembang. 

Anak generasi Z dan Alpha memang telah hidup di era kemajuan teknologi yang canggih, sehingga orang tua juga tidak dapat semerta-merta memisahkan mereka dari itu. 

Meski begitu, Irma juga menyertakan dari teknologi yang juga memiliki banyak kebaikan dan manfaat bagi semua kalangan, termasuk anak-anak. 

Namun, kebaikan tersebut dapat menjadi keburukan jika salah dalam pemakaianny dan kurangnya pengawasan dari orang tua. 

“Teknologi sebetulnya banyak sekali manfaatnya. Namun, bila orang tua tidak mengantisipasi, kemungkinan buruknya juga banyak,” ungkapnya. 

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore