
ILUSTRASI: Anak yang kecanduan gawai (PEXELS)
JawaPos.com – Kecandian gawai pada anak ternyata tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, namun juga psikis.
Belum lama ini sosok psikolog anak dan keluarga di Lembaga Psikolog Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) yakni Irma Gustiana Andriani, S.Psi., M.Psi., Psi buka suara.
Dilansir dari Antara, Rabu (29/11), Irma Gustiana Andriani mengatakan jika seorang anak terlalu sering atau kecanduan menggunakan gawai dapat berisiko alami gangguan mental.
“Anak yang terlalu sering terpaku dengan gawai menurut penelitian itu berpotensi menyebabkan kecemasan, depresi tingkat awal, perasaan tidak berdaya, hingga gangguan mental narsistik,” terang Irma.
Irma menyebutkan jika risiko gangguan mental tersebut dapat muncul apabila mereka terus-menerus bermain dengan gawai tanpa diimbangi adanya aktifitas fisik dan kurang bermain interaktif secara langsung.
Menurutnya, aktifitas pasif anak yang terhubung dengan alat teknologi canggih dapat menyebabkan anak menjadi kurang terlibat dengan dunia luar, bahkan dapat berisiko menjadi sulit untuk mengeskpresikan perasaannya.
Hal ini pun senada dengan penelitian dari Boston College dari seorang profesor psikologi Amerika, Dr. Peter Gray, yang menyebutkan bahwa sesi “bermain” anak yang terjadi di tahun-tahun awal dan selama sekolah dasar hingga menengah memiliki dampak yang besar terhadap tumbuh kembangnya.
Dampak dari ponsel pintar dan media sosial merupakan yang paling besar.
Namun, ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan, seperti memperkenalkan anak akan pentingnya alam, hingga mengembangkan rasa perwujudan dan mendorong kemandirian setiap anak melalui pola pikir berkembang.
Anak generasi Z dan Alpha memang telah hidup di era kemajuan teknologi yang canggih, sehingga orang tua juga tidak dapat semerta-merta memisahkan mereka dari itu.
Meski begitu, Irma juga menyertakan dari teknologi yang juga memiliki banyak kebaikan dan manfaat bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.
Namun, kebaikan tersebut dapat menjadi keburukan jika salah dalam pemakaianny dan kurangnya pengawasan dari orang tua.
“Teknologi sebetulnya banyak sekali manfaatnya. Namun, bila orang tua tidak mengantisipasi, kemungkinan buruknya juga banyak,” ungkapnya.
***

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
